SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga (BEM UNAIR) menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi sekitar 90 warga lanjut usia (lansia) dan pralansia di Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat Srawung Desa yang berlangsung pada 22–25 Oktober 2026, dengan agenda lain di bidang pendidikan, ekonomi, hukum, dan peternakan.
Program Sapa Lansia atau Sehat dan Aktif di Usia Senja tersebut melibatkan tenaga kesehatan dari UPT Puskesmas Ngajum. Jumlah peserta melampaui perkiraan awal panitia yang berkisar 50–70 orang.
Layanan pemeriksaan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, lingkar tubuh, tekanan darah, pencatatan data kesehatan, serta cek darah. Peserta dengan tekanan darah sistolik tinggi juga menjalani pemeriksaan jantung di lokasi.
Petugas UPT Puskesmas Ngajum, Irawan, mengatakan hipertensi dan diabetes menjadi masalah kesehatan yang banyak ditemukan pada peserta pemeriksaan.
“Rata-rata hipertensi sama diabetes. Hasilnya juga sama, banyak yang memang hipertensi dan diabetes,” kata Irawan.
Peserta yang membutuhkan penanganan memperoleh obat melalui program pemerintah untuk penyakit tidak menular (PTM). Petugas juga mengarahkan mereka agar menjalani kontrol kesehatan secara berkala.
Irawan mengimbau warga lansia untuk rutin memeriksakan kondisi kesehatan melalui posyandu agar perkembangan kesehatannya tetap terpantau.
Warga Berharap Pemeriksaan Menjangkau Setiap Dusun
Pemeriksaan gratis tersebut mendapat apresiasi dari warga. Siti Zahro, warga Desa Sigilan, Sidomulyo, datang bersama ibunya setelah menerima informasi dari kader posyandu. Ia menilai kegiatan itu membantu lansia mengetahui kondisi kesehatan mereka.
“Alhamdulillah masih ada perhatian untuk masyarakat lansia dan pralansia. Alhamdulillah ibu saya juga bisa mendeteksi ada penyakit atau enggak,” ujar Siti.
Ia berharap pemeriksaan serupa berlangsung secara berkala dan menjangkau setiap dusun. Menurutnya, sebagian lansia enggan memeriksakan kesehatan. Ada pula yang bersedia datang, tetapi tidak memiliki pendamping untuk mengantar.
Apresiasi serupa disampaikan Tupa, warga Desa Upalan berusia 59 tahun. Ia menilai pemeriksaan tersebut membantunya mengetahui perubahan tekanan darah.
Srawung Desa Kembangkan Kopi hingga Pendampingan Usaha
Selain layanan kesehatan, Srawung Desa menghadirkan sejumlah program untuk mendukung potensi lokal Balesari. Ketua pelaksana kegiatan, Nabila Pramesti, menyebut ubi, kopi, dan tebu sebagai komoditas yang dapat dikembangkan. Desa tersebut juga memiliki destinasi wisata Keraton Gunung Kawi dan kolam sumber air.
Di sektor ekonomi, program Brewvolution menggelar lokakarya pengolahan kopi pascapanen sekaligus memberikan mesin kopi kepada warga. Upaya ini mendorong masyarakat mengolah kopi hingga siap dipasarkan agar nilai jualnya meningkat.
Program Pijar atau Pendidikan, Inspirasi, dan Jelajah Anak Rakyat menyasar anak-anak melalui kegiatan mengaji, belajar sains, dan bahasa Inggris. Sementara itu, Balesari Legal Care mendampingi warga dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB).
Di bidang peternakan, Sahabat Ternak menyediakan pemeriksaan kesehatan hewan dan pemberian vitamin. Kegiatan Srawung Warga turut menghadirkan permainan edukatif dan perlombaan anak, sedangkan Pasar Raya Airlangga menyediakan sembako dengan harga terjangkau.
Kepala Desa Balesari, Nanik Rahayu Ningtyas, menyambut baik kehadiran mahasiswa UNAIR dan berharap hubungan yang terjalin menghasilkan manfaat berkelanjutan. Panitia juga berharap berbagai program tersebut dapat membantu warga mengembangkan potensi desa setelah rangkaian pengabdian berakhir.













