SUARAMALANG, Kota Malang — Dominasi pecatur cilik Kota Malang terasa kuat dalam Chaiyoo Chess Tournament yang digelar dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Republik Indonesia, Sabtu, 22 Agustus 2026 di Chaiyoo Eatery & Playground, Jl Melati, Lowokwaru, Kota Malang. Tiga pecatur binaan Percasi Kota Malang berhasil menyapu bersih tiga posisi teratas kategori TK/SD/MI dalam turnamen yang diselenggarakan Chaiyoo Eatery & Playground bekerja sama dengan Percasi Kota Malang dan dukungan suaramalang.com. Turnamen ini mempertemukan 70 pecatur muda dari sejumlah daerah di Jawa Timur.
Mereka adalah Muhammad Zafran Amirullah dari SDIT Ahmad Yani yang tampil sebagai juara setelah mengoleksi 6,5 poin dari tujuh babak. Posisi kedua ditempati Muhammad Yusuf Hamdani dari SDI Baitul Makmur Malang dengan raihan 6 poin.
Sementara itu, Daniswara Prasetya Nugraha dari SDN Kebonsari 2 Kota Malang mengamankan posisi ketiga dengan perolehan 6 poin.
Ketiganya menunjukkan performa impresif di tengah persaingan yang tidak hanya datang dari Kota Malang. Peserta turnamen juga berasal dari Kota Batu, Kabupaten Malang, Blitar, Tulungagung dan sejumlah daerah lainnya di Jawa Timur.
Hasil tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pembinaan pecatur usia dini di Kota Malang mulai menunjukkan hasil. Namun, bagi penyelenggara, capaian di papan klasemen bukan satu-satunya tujuan.
Owner Chaiyoo Eatery & Playground, Evanda Fitria, mengatakan pihaknya ingin menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk bermain, berkompetisi sekaligus mendapatkan pengalaman bertanding.
“Alhamdulillah adik-adik bisa senang dan gembira bermain catur di Chaiyoo. Sebenarnya turnamen ini bukan soal menang dan kalah, tapi kesempatan untuk bertanding menambah jam terbang anak-anak bermain catur,” kata Evanda.
Menurutnya, semakin sering anak mengikuti pertandingan, semakin banyak pula pengalaman yang mereka dapatkan. Dari kompetisi tersebut, anak-anak belajar menghadapi kemenangan maupun kekalahan, menjaga konsentrasi, serta membangun keberanian untuk berhadapan dengan lawan yang belum mereka kenal.

Ketua Percasi: Jangan Puas dengan Kemenangan
Ketua Percasi Kota Malang Tatit Budisucahyo turut hadir memantau jalannya pertandingan. Ia melihat langsung bagaimana anak-anak binaan Percasi Kota Malang berhadapan dengan pecatur muda dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Budi mengingatkan bahwa perjalanan menuju prestasi tidak bisa ditempuh hanya dengan mengandalkan bakat. Kemampuan seorang pecatur harus terus diasah melalui latihan dan pengalaman bertanding.
Ia mendorong anak-anak untuk tidak berhenti berlatih dan semakin sering mengikuti turnamen.
“Untuk bisa meraih prestasi dibutuhkan banyak latihan. Termasuk sering mengikuti pertandingan. Dibutuhkan ratusan hingga ribuan kali pertandingan untuk membangun pengalaman dan kemampuan seorang pecatur,” ujar Budi.
Ia juga meminta anak-anak tidak menjadikan kekalahan sebagai sesuatu yang harus ditakuti. Justru dari kekalahan, seorang pecatur bisa mengetahui bagian mana yang masih harus diperbaiki. “Kalah hari ini harus berjuang untuk menang di kemudian hari,” katanya.
Sebaliknya, bagi mereka yang berhasil menjadi juara, Budi berpesan agar tidak cepat berpuas diri. Sebab, persaingan tidak berhenti setelah satu turnamen selesai.
“Yang saat ini menang harus terus ditingkatkan kemampuannya agar bisa meraih prestasi pada jenjang yang lebih tinggi. Karena yang saat ini kalah juga tidak diam. Mereka pasti akan terus berlatih dan berkembang,” tegasnya.
Menurut Budi, hasil yang diraih tiga pecatur Kota Malang patut diapresiasi. Namun, prestasi tersebut harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan, bukan alasan untuk berhenti berkembang.
Lurah Lowokwaru: Turnamen Jadi Ruang Mencari Bibit Baru
Dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen catur juga datang dari Lurah Lowokwaru, Syafril Aries. Saat membuka pertandingan, Syafril menyampaikan apresiasinya terhadap Chaiyoo Eatery & Playground dan Percasi Kota Malang yang menghadirkan kompetisi catur bagi anak-anak.
Menurut Syafril, kegiatan olahraga seperti ini memberikan ruang positif bagi anak-anak sekaligus membuka peluang untuk menemukan bibit-bibit baru yang memiliki potensi prestasi.
Ia menegaskan dukungannya terhadap berbagai kegiatan positif yang diselenggarakan di wilayah Lowokwaru, termasuk kegiatan olahraga dan kompetisi catur.
“Kami mendukung setiap kegiatan positif yang ada di wilayah Lowokwaru. Turnamen catur seperti ini sangat bagus karena selain memberikan kegiatan positif bagi anak-anak, juga menjadi sarana untuk mencari bibit-bibit baru,” ujar Syafril.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan sehingga semakin banyak anak yang mengenal catur dan memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya.
Chaiyoo Chess Tournament pun tidak sekadar menjadi arena perebutan gelar juara. Di balik persaingan tujuh babak tersebut, ada anak-anak yang sedang belajar tentang sportivitas, keberanian, konsentrasi dan bagaimana menghadapi kemenangan maupun kekalahan.
Untuk diketahui, Chaiyo Chess Tournament digelar untuk dua kategori. Pada kategori TK/SD?MI digelar pada 22 Agustus 2026. Sedangkan untuk kategori SMP akan diselenggarakan pada 29 Agustus 2026.
Biaya pendaftaran Rp30.000. Peserta berkesempatan memperebutkan hadiah berupa uang pembinaan, piala, dan sertifikat. Juara pertama akan memperoleh Rp250.000, piala, dan sertifikat. Selain itu tersedia kategori Best Ladies sebagai bentuk apresiasi bagi pecatur putri.
Tidak hanya hadiah, seluruh peserta juga mendapatkan berbagai keuntungan berupa voucher tiket playground senilai Rp 20.000 dan voucher Mochi Agrin senilai Rp 10.000.
Saat ini sudah ada 54 pendftar dari kuota peserta 70. Bagi yang belum mendaftar bisa segera mendaftar melaui tautan https://bit.ly/chaiyoochess2026.
















