SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Kecelakaan tunggal menimpa sebuah truk pengangkut gas LPG di kawasan Kepuharjo menuju arah Batu. Kendaraan besar tersebut terperosok ke dalam selokan saat hendak memasuki area pergudangan.
Insiden ini mengakibatkan gangguan arus lalu lintas dari arah Malang menuju Batu maupun sebaliknya. Petugas kepolisian segera turun ke lokasi untuk mengatur pergerakan kendaraan di persimpangan tersebut.
”Telah terjadi kendaraan pengangkut gas LPG yang terperosok di selokan, sehingga mengganggu arus lalu lintas,” ujar Kanit Kamsel Satlantas Polres Malang, Ipda Umar Kiswoyo, Senin (6/4).
Pengalihan Jalur Kendaraan
Polisi menerapkan sistem buka tutup jalur secara manual untuk menjaga kelancaran lalu lintas. Pengguna jalan dari arah tol sebaiknya melintasi Kota Malang guna menghindari antrean kendaraan.
Antrean kendaraan memanjang karena petugas hanya mengoperasikan satu jalur secara bergantian. Pengendara harap bersabar dan mengikuti instruksi petugas selama proses pengaturan berlangsung.
”Jika saudara hendak melintas ke Batu dari arah tol, bisa melalui Kota Malang karena terjadi antrean,” tambah Umar.
Proses Evakuasi Truk
Petugas saat ini masih menunggu kedatangan alat berat atau crane untuk mengangkat badan truk. Posisi ban truk yang masuk ke selokan menyulitkan proses evakuasi secara manual.
Kondisi truk yang mengangkut beban penuh gas LPG menjadi perhatian utama tim di lapangan. Pihak kepolisian memastikan koordinasi dengan berbagai instansi samping tetap berjalan dengan sangat ketat.
”Saat ini kita pengaturan secara manual, kemudian kami menunggu alat derek atau crane mendekati lokasi,” jelasnya.
Antisipasi Keamanan Lokasi
Polisi menjamin keamanan area sekitar truk meskipun muatannya termasuk benda yang mudah terbakar. Mereka melakukan sterilisasi lokasi guna mencegah potensi bahaya selama proses pengangkatan kendaraan.
Koordinasi intensif dengan pihak pengelola LPG memastikan penanganan suhu panas dilakukan secara tepat. Petugas berharap proses evakuasi segera tuntas sebelum memasuki siang hari.
”Kami sterilkan sedemikian rupa untuk menghindari hal yang tidak kita inginkan,” tegas Umar.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula saat truk bermuatan penuh tersebut berupaya masuk ke area gudang gas. Namun, sopir truk mengambil haluan terlalu pinggir sehingga roda kendaraan terperosok ke selokan.
Kejadian ini murni merupakan kecelakaan teknis saat kendaraan sedang melakukan manuver masuk. Hingga saat ini, jalur masih bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat secara bergantian.
”Informasinya mau masuk, tapi crossing-nya itu terlalu meminggir, akhirnya terjadi seperti itu,” pungkasnya.
























