Pemerintah Kabupaten Malang-Ucapan Idul Fitri

Sampah Menumpuk hingga Dugaan Pungli, Warga Jatimulyo Desak Solusi Pemkot Malang

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Warga RW 05 Kelurahan Jatimulyo, Kota Malang, kembali menyuarakan keluhan terkait pengelolaan sampah di wilayahnya. Masalah ini dinilai makin mengganggu aktivitas harian masyarakat.

Ketua RW 05, Sugianto, menjelaskan bahwa persoalan utama terjadi di Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Aktivitas pemilahan sampah dinilai belum berjalan efektif.

Iklan

“Pemilahan sebenarnya bagus, tapi teknisnya kurang tepat,” ujar Sugianto dalam laporannya. Ia menyoroti proses pemilahan yang dilakukan di atas gerobak sampah.

Kondisi itu membuat antrean kendaraan pengangkut sampah semakin panjang. Waktu kerja petugas pun tersita hanya untuk menunggu proses pemilahan selesai.

Akibatnya, pengangkutan sampah rumah tangga sering tertunda. Dalam beberapa kasus, sampah warga tidak terangkut hingga dua sampai empat hari.

Masalah lain juga mencuat dari lokasi TPS tersebut. Warga menerima informasi adanya dugaan pungutan liar untuk mempercepat proses bongkar muat sampah.

“Jika ingin cepat dibongkar, harus membayar,” ungkapnya. Praktik ini disebut merugikan petugas yang bekerja sesuai aturan.

Selain itu, keterlambatan pengangkutan dari TPS ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) memperparah situasi. Pengangkutan disebut hanya dilakukan dua kali dalam sehari.

Volume sampah yang terus meningkat membuat TPS tidak mampu menampung secara optimal. Penumpukan pun tak terhindarkan di area tersebut.

Kondisi ini berdampak pada menurunnya kepercayaan warga terhadap sistem pengelolaan sampah. Beberapa warga bahkan mulai abai terhadap aturan pembuangan.

Sugianto menyebut persoalan ini sudah berlangsung bertahun-tahun sejak 2021. Pihaknya juga telah beberapa kali melaporkan dan berdiskusi dengan instansi terkait.

Warga berharap pemerintah segera menjadwalkan pertemuan untuk mencari solusi bersama. Salah satu usulan adalah pembangunan TPS 3R seperti di wilayah lain.

“Harapan kami ada solusi konkret agar masalah ini tidak terus berulang,” tegasnya.

Keluhan tersebut disampaikan langsung kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat melalui surat resmi. Warga meminta perhatian serius karena kondisi terus berulang.

Iklan
Iklan
Iklan