SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Suasana Rumah Potong Hewan Kota Malang sejak pagi terlihat lebih ramai dibanding biasanya. Warga dan petugas memusatkan perhatian pada sapi kurban bantuan Presiden RI Prabowo Subianto yang mulai disembelih, Kamis (28/5/2026).
Sapi jenis Angus persilangan bernama Blackjack itu memiliki bobot mencapai 1 ton 76 kilogram. Ukurannya yang besar membuat proses penyembelihan berlangsung dengan pengawasan khusus.
Penyembelihan Dimulai Sejak Pagi Hari
Petugas mulai melakukan penyembelihan sekitar pukul 08.15 WIB di area RPH Kota Malang. Tim kesehatan hewan turut mendampingi seluruh proses sejak awal hingga selesai.
Mereka memastikan sapi dalam kondisi sehat dan layak konsumsi. Pemeriksaan dilakukan sebelum maupun setelah penyembelihan berlangsung.
Dispangtan Pastikan Kondisi Hewan Prima
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispangtan Kota Malang, drh Anton Pramujiono, memastikan kondisi sapi bantuan Presiden sangat baik. Timnya tidak menemukan tanda penyakit berbahaya pada hewan tersebut.
“Alhamdulillah pada hari ini pemeriksaan yang dilakukan oleh tim kami menunjukkan kondisi sapi masih sehat dan layak dipotong,” ujar Anton.
Pemeriksaan Daging Dilakukan Setelah Pemotongan
Setelah proses penyembelihan selesai, petugas langsung melanjutkan pemeriksaan post-mortem. Langkah itu dilakukan guna memastikan kualitas daging tetap aman sebelum dibagikan kepada masyarakat.
Anton menyebut pemeriksaan menyeluruh menjadi prosedur wajib saat Iduladha. Pemerintah ingin memastikan seluruh daging kurban aman dikonsumsi warga.
Bantuan Presiden Dinilai Membawa Manfaat Besar
Dispangtan Kota Malang menilai bantuan sapi kurban Presiden memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Bobot sapi yang mencapai lebih dari satu ton membuat jumlah daging yang dihasilkan cukup melimpah.
“Harapan kami hasil penyembelihan ini dapat dibagikan kepada masyarakat yang benar-benar berhak menerima,” kata Anton.
Ratusan Paket Daging Siap Didistribusikan
Panitia memperkirakan hasil pemotongan sapi tersebut mencapai sekitar 516 paket daging kurban. Paket itu nantinya didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah wilayah Kota Malang.
Distribusi dilakukan dengan melibatkan panitia kurban dan unsur pemerintah daerah. Prioritas penerima difokuskan kepada warga yang membutuhkan.
Pengawasan PMK Tetap Diperketat
Selain mengawasi sapi bantuan Presiden, Dispangtan juga memperketat pemantauan hewan kurban lainnya. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Anton menjelaskan pemerintah telah melakukan vaksinasi sejak awal tahun 2026. Hingga kini, sekitar 800 hewan ternak telah menerima vaksin PMK.
Kota Malang Diklaim Bebas Antraks dan LSD
Dispangtan memastikan kondisi kesehatan hewan ternak di Kota Malang masih aman. Pemerintah tidak menemukan kasus antraks maupun Lumpy Skin Disease (LSD).
“Kalau di Jawa Timur maupun Kota Malang ini bebas antraks dan LSD. Untuk PMK memang masih ada, tapi insyaallah semuanya bisa tertangani,” tegas Anton.
Pemeriksaan Kambing Kurban Juga Dilakukan
Pengawasan kesehatan tidak hanya dilakukan terhadap sapi kurban. Dispangtan juga memeriksa kambing yang dijual di sejumlah titik penjualan hewan kurban.
Petugas biasanya menemukan gangguan seperti pink eye, orf, hingga scabies pada kambing. Pemeriksaan rutin dilakukan agar hewan tetap memenuhi standar kesehatan.
Pemkot Berharap Bantuan Presiden Lebih Merata
Anton berharap bantuan hewan kurban dari Presiden RI dapat menjangkau lebih banyak masjid di Kota Malang pada tahun mendatang. Pemerintah akan berkoordinasi dengan bagian kesejahteraan rakyat terkait lokasi penerima.
Menurutnya, distribusi yang lebih luas akan membuat manfaat bantuan semakin dirasakan masyarakat. Terutama bagi warga yang membutuhkan bantuan pangan saat Iduladha.




















