Pemerintah Kabupaten Malang-Ucapan Idul Fitri
Wisata  

Antrean Bromo Disorot, Tiket Online Diuji Saat Wisatawan Membludak

Iklan

SUARAMALANG.COM, Probolinggo – Lonjakan wisatawan memicu antrean panjang di Gunung Bromo. Pemerintah kini menguji tiket online untuk mengurai kepadatan.

Uji coba berlangsung saat dua agenda besar menarik ribuan pengunjung. Momentum ini sekaligus menguji kesiapan sistem di lapangan.

Iklan

Antrean Jadi Sorotan

Kepadatan kendaraan sering terjadi di pintu masuk kawasan wisata. Kondisi ini mendorong pemerintah mempercepat digitalisasi layanan tiket.

Kepala Disporapar, Heri Mulyadi, menegaskan tujuan utama kebijakan tersebut. Ia ingin mengurangi antrean sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan.

“Uji coba ini bertepatan dengan dua agenda besar. Kami manfaatkan untuk sosialisasi langsung,” ujarnya, mengutip murianews.com.

Uji Coba Saat Event Ramai

Dua acara besar menjadi ajang pengujian sistem baru. Event tersebut ialah Bromo Sunset Music and Culture dan Bromo Medic Run.

Kedua kegiatan itu mendatangkan banyak pengunjung dalam waktu bersamaan. Situasi ini dianggap ideal untuk mengukur efektivitas sistem daring.

Petugas memandu wisatawan membeli tiket secara digital. Mereka berjaga di titik strategis selama uji coba berlangsung.

Sistem Ubah Pola Kunjungan

Wisatawan kini harus membeli tiket sebelum tiba di lokasi. Aturan ini bertujuan menekan penumpukan kendaraan.

Sistem juga membantu mengatur jumlah kunjungan harian. Pengelola dapat memantau arus wisata secara real time.

Langkah ini diharapkan meningkatkan transparansi retribusi. Pengelolaan wisata pun menjadi lebih tertib.

Kendala Masih Terjadi

Sebagian wisatawan belum terbiasa menggunakan pembayaran digital. Keterbatasan jaringan internet juga menghambat proses transaksi.

Kepala Bidang Destinasi, Umi Subiyantiningsih, mengakui kendala tersebut. Ia menilai literasi digital masih perlu ditingkatkan.

“Kami menyadari ada kendala jaringan dan literasi digital. Ini jadi bahan evaluasi,” katanya.

Perbaikan Terus Dikebut

Pemerintah berencana memperkuat jaringan internet di kawasan wisata. Sosialisasi juga akan digencarkan kepada calon pengunjung.

Petugas tetap menyediakan bantuan transaksi di lokasi. Layanan ini membantu wisatawan yang mengalami kendala teknis.

“Harapan kami, wisatawan mendukung sistem ini agar pengelolaan lebih tertib dan berkelanjutan,” pungkas Heri.

Iklan
Iklan
Iklan