SUARAMALANG.COM, Kota Malang – DPRD Kota Malang mendorong percepatan relokasi di kawasan Pasar Gadang. Langkah ini penting agar proyek jalan segera dimulai.
Komisi C menilai waktu semakin sempit. Jika relokasi lambat, proyek berisiko molor dari target.
Anggaran Rp14 Miliar Sudah Siap Digunakan
Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Muhammad Anas Muttaqin, memastikan anggaran telah tersedia. Nilainya mencapai sekitar Rp14 miliar.
Dana itu masuk dalam perencanaan pembangunan fisik jalan. Pemerintah tinggal mengeksekusi tahapan berikutnya.
“Prinsipnya karena sudah kita anggarkan sekitar Rp14 miliar, harapannya proses relokasi bisa lebih cepat,” ujarnya.
Kondisi Jalan Memprihatinkan dan Berlubang
Kondisi Jalan Gadang saat ini cukup memprihatinkan. Banyak lubang tersebar di berbagai titik.
Kerusakan tersebut sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melintas.
Jalur Vital Penghubung Dua Kecamatan
Ruas ini memiliki peran penting bagi mobilitas warga. Jalan tersebut menghubungkan Kecamatan Sukun dan Kedungkandang.
Banyak pengendara memilih jalur ini sebagai akses cepat. Karena itu, perbaikan tidak bisa ditunda.
Aktivitas Pasar Ganggu Arus Lalu Lintas
Aktivitas perdagangan di sepanjang jalan turut memperparah kondisi. Bongkar muat truk sering terjadi di badan jalan.
Situasi ini membuat lalu lintas kerap tersendat. Bahkan memicu potensi kecelakaan.
DPRD Tekankan Pentingnya Manajemen Waktu
Anas menegaskan relokasi menjadi faktor penentu utama. Tanpa langkah itu, proyek sulit berjalan tepat waktu.
Ia mengingatkan setiap tahapan pembangunan membutuhkan durasi panjang. Mulai perencanaan hingga pengerjaan lapangan.
“Jangan sampai kita terlambat mengeksekusi jalan di Pasar Gadang. Karena tahapan pembangunan ini butuh waktu,” tegasnya.
Konstruksi Beton Dipilih untuk Daya Tahan
Pemerintah merencanakan pembangunan dengan metode beton. Pilihan ini untuk meningkatkan kekuatan jalan.
“Iya, nanti dicor beton,” katanya singkat.
Namun, detail teknis tetap menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum. DPRD fokus pada fungsi pengawasan.
Ancaman Serapan Anggaran Jadi Sorotan
Keterlambatan relokasi berpotensi mengganggu serapan anggaran. DPRD tidak ingin dana yang tersedia menjadi sia-sia.
Anas menilai percepatan harus menjadi prioritas. Semua pihak diminta bergerak cepat.
“Eman-eman anggaran yang sudah kita alokasikan kalau sampai tidak tereksekusi,” tandasnya.























