SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Ketua Pusat Pembinaan Agama Universitas Brawijaya, Dr. Khusnul Fathony, M.Ag, mengajak masyarakat memaknai Idul Adha sebagai momentum memperkuat nilai pengorbanan, keikhlasan, dan keteguhan iman. Pesan tersebut disampaikan melalui konten “Bonsai on Podcast”, Jumat (22/5/2026), menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Menurutnya, Idul Adha tidak hanya menjadi ritual tahunan umat Islam. Lebih dari itu, peringatan tersebut mengandung pelajaran penting mengenai keteladanan Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Idul Adha Jadi Momentum Belajar Keikhlasan
Dr. Khusnul menjelaskan bahwa kehidupan manusia pada dasarnya selalu berkaitan dengan pengorbanan. Dalam konteks tersebut, ibadah kurban menjadi ukuran mengenai hal apa yang paling dicintai seseorang.
“Sejatinya hidup itu adalah tentang berqurban atau berkorban,” ujar Khusnul.
Ia mencontohkan kecintaan manusia terhadap harta benda. Namun, ketika seseorang diminta bersedekah, menurutnya, akan terlihat prioritas yang sebenarnya dalam kehidupan.
Selain menyampaikan refleksi keagamaan, podcast tersebut juga mengajak sivitas akademika dan masyarakat mengikuti rangkaian kegiatan Idul Adha di Universitas Brawijaya.
UB Gelar Salat Idul Adha dan Penyembelihan Kurban
Universitas Brawijaya dijadwalkan menggelar Salat Idul Adha di Lapangan Rektorat mulai pukul 06.00 WIB. Kegiatan tersebut terbuka untuk masyarakat umum dengan syarat hadir tepat waktu.
Selain salat Idul Adha, kampus juga menyiapkan bazar kuliner, penampilan seni religi, hingga penyembelihan hewan kurban. Kegiatan itu melibatkan berbagai unit di lingkungan kampus.
Dr. Khusnul menyebut hingga podcast ditayangkan, UB menyiapkan 20 ekor sapi dan 15 ekor kambing untuk kurban. Pemeriksaan kesehatan dan higienitas hewan dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Hewan UB.
Menurutnya, distribusi daging kurban juga telah dipetakan bagi masyarakat sekitar kampus, kaum dhuafa, dan sivitas akademika yang berhak menerima.
Keteladanan Nabi Ibrahim Jadi Inspirasi Idul Adha
Khusnul menegaskan bahwa rangkaian kegiatan Idul Adha di UB merupakan bentuk implementasi keteladanan Nabi Ibrahim AS sebagai uswatun hasanah atau suri teladan.
Ia menjelaskan Nabi Ibrahim menunjukkan keteguhan iman sejak awal kehidupannya. Meski berada di lingkungan penyembah berhala, Nabi Ibrahim tetap meyakini hanya Allah SWT sebagai Tuhan.
Selain itu, komitmen Nabi Ibrahim menjalankan perintah Allah SWT dinilai menjadi pelajaran penting bagi kehidupan modern. Kisah perpindahan Nabi Ibrahim dari Palestina ke Mekkah untuk membangun Ka’bah menjadi salah satu contoh pengabdian dan kepatuhan.
Kisah Nabi Ibrahim Ajarkan Dialog dan Musyawarah
Dr. Khusnul juga menyoroti kisah Nabi Ibrahim saat menerima perintah menyembelih Nabi Ismail AS. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi simbol ketundukan dan keikhlasan kepada Allah SWT.
Namun, sebelum menjalankan perintah itu, Nabi Ibrahim tetap berdialog dengan putranya. Sikap tersebut dinilai mencerminkan pentingnya komunikasi dan musyawarah dalam kehidupan sosial.
“Apa yang dilakukan Nabi Ibrahim adalah ujian dari Allah SWT,” katanya.






















