Ucapan Idul Adha - Pemkab Malang

UB Buka Suara soal Peserta Nilai 89 Lolos Kedokteran, Ternyata Ada Skema Penilaian Tambahan

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Hasil Seleksi Mandiri Universitas Brawijaya (SMUB) jalur nilai rapor 2026 memunculkan perhatian publik. Perbincangan muncul setelah beredar pengakuan peserta yang diterima di Program Studi Kedokteran UB dengan nilai rata-rata rapor 89.

Informasi tersebut memicu beragam tanggapan di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan mekanisme seleksi karena Kedokteran UB dikenal memiliki tingkat persaingan yang sangat ketat.

Iklan

Menanggapi polemik itu, Universitas Brawijaya menegaskan bahwa proses seleksi tidak hanya bertumpu pada nilai rapor. Kampus menerapkan sistem penilaian yang menggabungkan berbagai komponen prestasi.

Kepala Humas UB, Tri Wahyu Basuki, meminta konfirmasi teknis mengenai proses seleksi disampaikan kepada panitia penerimaan mahasiswa baru. Menurutnya, penjelasan detail berada di bawah kewenangan penyelenggara seleksi.

“Terkait konfirmasi tentang SMUB bisa menghubungi koordinator penerimaan atau bisa datang ke kami, Pak,” ujar Tri Wahyu saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Penjelasan lebih rinci kemudian disampaikan Koordinator Penerimaan SMUB, Arif Hidayat. Ia mengatakan jalur prestasi dalam seleksi mandiri memiliki lebih dari satu kategori penilaian.

“Dalam seleksi mandiri prestasi itu ada dua kategori, yaitu prestasi rapor (akademik) dan non-rapor (non-akademik),” kata Arif.

Menurutnya, nilai rapor bukan satu-satunya faktor penentu kelulusan. Prestasi non-akademik tertentu dapat memberikan tambahan poin yang berpengaruh terhadap nilai akhir peserta.

Arif menjelaskan bahwa peserta dengan capaian non-akademik istimewa berpeluang memperoleh skor kompetitif. Kondisi itu memungkinkan mereka bersaing dengan peserta yang memiliki nilai rapor lebih tinggi.

Salah satu komponen yang mendapatkan apresiasi dalam sistem tersebut adalah kemampuan menghafal Al-Qur’an. Prestasi itu masuk dalam kategori penilaian non-akademik yang diakui kampus.

Peserta dengan hafalan hingga 30 juz memperoleh tambahan poin yang signifikan. Akumulasi nilai tersebut kemudian digabungkan dengan komponen penilaian lainnya dalam proses seleksi.

Skema itu membuat peserta dengan nilai rapor lebih rendah tetap memiliki peluang lolos. Syaratnya, mereka memiliki prestasi pendukung yang mendapatkan bobot tinggi dalam penilaian akhir.

Melalui mekanisme tersebut, UB berupaya menjaring calon mahasiswa dengan kemampuan yang beragam. Kampus tidak hanya menilai capaian akademik, tetapi juga prestasi yang menunjukkan disiplin dan konsistensi.

Penjelasan resmi tersebut sekaligus menjawab pertanyaan publik mengenai hasil SMUB 2026. Kampus menegaskan bahwa seluruh peserta dinilai berdasarkan aturan dan pembobotan yang telah ditetapkan sejak awal seleksi.

Iklan
Iklan
Iklan