SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Peringatan Hari Veteran Nasional (Harvetnas) 2026 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan para veteran sekaligus mengingatkan generasi penerus bahwa mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia memiliki bentuk perjuangan yang berbeda sesuai tantangan zaman.
Kegiatan yang digelar DPD Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Jawa Timur tersebut berlangsung di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jalan Merdeka Timur, Kabupaten Malang, Rabu 12/08/2026.
Tanggal 10 Agustus sendiri secara resmi ditetapkan sebagai Hari Veteran Nasional. Ketentuan tersebut tercantum dalam regulasi mengenai LVRI, sementara Kode Etik Kehormatan Veteran Republik Indonesia atau Panca Marga juga menjadi pedoman yang diikrarkan setiap peringatan Hari Veteran Nasional.
Veteran Harus Wariskan ke Generasi Muda
Ketua DPD LVRI Jawa Timur, Brigjen TNI (Purn) Ismadi, menegaskan bahwa semangat perjuangan para veteran harus terus diwariskan kepada generasi muda. Namun, bentuk perjuangan pada masa kini tidak lagi identik dengan mengangkat senjata, melainkan menghadapi berbagai persoalan yang dapat mengancam masa depan bangsa.
Menurut Ismadi, tantangan tersebut antara lain penyalahgunaan narkoba, korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), serta radikalisme. Karena itu, semangat bela negara dan kecintaan terhadap Tanah Air harus diterjemahkan ke dalam tindakan nyata sesuai perkembangan zaman.
“Kalau dulu perjuangan dilakukan secara fisik dan dengan bersenjata, sekarang perjuangannya berbeda. Kita berharap generasi selanjutnya mampu memerangi penyakit-penyakit kronis bangsa seperti narkoba, KKN, termasuk radikalisme.”
Ismadi berharap dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur semakin memperkuat upaya menjaga nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, dan kebangsaan di tengah masyarakat.
Ia menekankan bahwa kemerdekaan tidak boleh dimaknai sebatas terbebas dari penjajahan, tetapi harus diisi dengan pengabdian untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara.
Khofifah: Perjuangan Berubah, Semangat Membela NKRI Tetap Sama
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan kepadanya dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Khofifah mengungkapkan, dirinya baru mengetahui rencana penganugerahan Bintang Veteran ketika menghadiri syukuran HUT LVRI di Gedung Negara Grahadi pada 10 Agustus 2026.
Ia menyebut penghargaan tersebut sebagai sebuah kejutan sekaligus bentuk penghormatan yang memberikan dorongan moral untuk terus melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Menurut Khofifah, perjuangan generasi terdahulu dengan generasi saat ini memang memiliki bentuk yang berbeda. Para veteran mempertahankan kemerdekaan melalui perjuangan fisik dan persenjataan, sedangkan generasi sekarang menghadapi tantangan dengan kapasitas, profesi, dan bidang pengabdian masing-masing.
“Kalau dulu dengan bersenjata, kalau dulu dilakukan secara fisik, maka sekarang kita berjuang untuk bisa menjaga kemerdekaan Republik Indonesia, meneguhkan dan mengukuhkan NKRI sesuai dengan bidang, tugas, dan profesi kita masing-masing.”
Pesan tersebut menegaskan bahwa semangat perjuangan tidak boleh berhenti ketika generasi pejuang berganti. Yang berubah adalah medan dan cara perjuangannya.
Khofifah juga menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan LVRI. Baginya, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol penghormatan, tetapi menjadi pengingat bahwa setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk meneruskan cita-cita perjuangan.
Dari Senjata ke Pengabdian
Peringatan Harvetnas 2026 di Kabupaten Malang pada akhirnya membawa pesan yang tegas: kemerdekaan harus terus dijaga dengan cara yang relevan dengan zamannya.
Jika generasi veteran dahulu mempertaruhkan jiwa dan raga menghadapi penjajahan, maka generasi sekarang menghadapi tantangan yang tidak kalah serius—mulai dari narkoba, korupsi, radikalisme, hingga berbagai persoalan sosial yang dapat menggerus persatuan bangsa.
Karena itu, nilai-nilai perjuangan veteran perlu diterjemahkan ke dalam kerja nyata. Aparatur negara harus bekerja dengan integritas, masyarakat menjaga persatuan, dunia pendidikan membentuk karakter generasi muda, dan setiap profesi memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.
Pewarta:* Halim Ali/Deni Robi















