Sudah capek-capek diet dan olahraga tapi jarum timbangan tidak bergerak? Coba cek lagi jam tidur Anda, sebab waktu istirahat sering dikorbankan demi mengejar produktivitas harian. Padahal, kurang tidur—baik durasi maupun kualitasnya—jelas berdampak buruk bagi metabolisme tubuh.
Riset dari Columbia University membuktikan hal ini. Kurang tidur cuma sekitar 80 menit saja setiap malam ternyata langsung memicu kenaikan berat badan di kehidupan nyata, bukan cuma sekadar teori di atas kertas.
Bagaimana Efek Kurang Tidur Diuji dalam Riset Ini?
Riset ini melibatkan 95 orang dewasa berusia di atas 20 tahun, dengan mayoritas—sekitar 76 persen—adalah perempuan.
Para peserta harus melewati dua fase pengamatan yang berbeda:
- Fase Pertama: Peserta tidur normal seperti biasa selama tujuh hingga sembilan jam semalam.
- Fase Kedua: Waktu tidur mereka mulai dipangkas, sehingga mereka harus terjaga 90 menit lebih lama dari biasanya.
Masing-masing fase dijalankan secara acak selama enam pekan. Biar hasilnya akurat dan efek fase pertama hilang dulu, peneliti memberikan jeda selama empat sampai enam pekan sebelum peserta lanjut ke fase berikutnya.
Melansir EatingWell, tim peneliti memantau ketat kondisi fisik peserta. Mereka mengukur berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang, persentase lemak tubuh, hingga sampel darah dan urine. Gerak harian mereka pun dipantau ketat memakai alat pelacak khusus di tubuh ditambah jurnal tidur mandiri.
Kurang Tidur Bikin Berat Badan Naik, Bagaimana Datanya?
Begitu masuk fase pembatasan, peserta rata-rata kehilangan waktu tidur sekitar 80 menit. Efeknya langsung nyata di fisik mereka. Hanya dalam enam pekan, berat badan peserta naik rata-rata sekitar 1 pon atau 0,45 kilogram.
Kenapa bisa secepat itu? Data menunjukkan saat kurang tidur, peserta cenderung malas bergerak dan menghabiskan lebih banyak waktu dalam kondisi tidak aktif. Kurangnya aktivitas fisik inilah yang diduga kuat jadi biang kerok melonjaknya angka timbangan.
Tapi, hasil studi ini jangan langsung ditelan bulat-bulat. Peneliti mengingatkan bahwa jumlah sampelnya tergolong kecil dan durasi risetnya relatif singkat. Ditambah lagi, riset ini belum membandingkan efeknya berdasarkan jenis kelamin atau status menopause, jadi belum ketahuan apakah dampaknya berbeda pada pria, wanita, atau wanita pascamenopause.
Berapa Lama Waktu Tidur yang Baik untuk Mencegah Obesitas?
Idealnya, orang dewasa butuh tidur tujuh sampai sembilan jam setiap malam. Namun durasi saja tidak menjamin, karena kualitas tidur juga harus dijaga. Artinya, Anda harus tidur dengan jadwal yang konsisten dan tidak bolak-balik terbangun di tengah malam.
Ada beberapa cara mudah untuk memperbaiki kualitas istirahat Anda:
- Bikin ritual santai sebelum memejamkan mata.
- Jauhkan HP atau gawai minimal satu jam sebelum tidur.
- Matikan atau redupkan lampu kamar.
- Jangan makan porsi besar atau minum alkohol dekat dengan jam tidur.
- Atur suhu kamar tidur biar sejuk dan nyaman.
Mengatur ulang jadwal tidur agar lebih konsisten adalah investasi murah untuk kesehatan. Langkah sederhana ini bukan cuma bikin badan segar, tapi juga menjaga timbangan Anda tetap aman dari lonjakan yang tidak diinginkan.















