Berita  

Tak Sekadar Karangan, Ini Film Horor Indonesia yang Diangkat dari Kisah Nyata

SUARAMALANG.COM, Hiburan – Film horor Indonesia tidak selalu lahir dari imajinasi penulis. Beberapa judul mengambil cerita dari pengalaman, peristiwa, hingga kisah viral.

Namun, label kisah nyata tidak berarti film menampilkan kejadian secara persis. Sutradara tetap mengolah cerita demi kebutuhan alur dan karakter.

Karena itu, sumber cerita setiap film perlu mendapat perhatian. Ada film yang mengambil kasus nyata. Ada pula yang memakai pengalaman personal atau cerita viral.

1. KKN di Desa Penari

KKN di Desa Penari menjadi salah satu film horor Indonesia paling populer dari cerita viral.

Cerita tersebut muncul melalui utas akun SimpleMan di media sosial pada 2019. Utas itu menceritakan pengalaman mahasiswa saat menjalani kegiatan KKN.

SimpleMan mengaku menerima cerita tersebut dari narasumber. Ia kemudian menyamarkan nama tokoh dan lokasi dalam ceritanya.

Filmnya tetap melakukan sejumlah penyesuaian. Karena itu, versi layar lebar tidak sepenuhnya sama dengan cerita yang beredar.

2. Danur

Danur mengambil cerita dari pengalaman Risa Saraswati. Pengalaman tersebut berkaitan dengan sosok yang ia sebut sebagai makhluk tak kasatmata.

Risa kemudian menuangkan pengalaman tersebut dalam sejumlah karya tulisan. Kisah itu selanjutnya menjadi sumber film Danur pada 2017.

Kesuksesan film pertama melahirkan beberapa judul dalam semesta Danur. Cerita personal Risa tetap menjadi bagian penting dalam waralaba tersebut.

3. Di Ambang Kematian

Di Ambang Kematian berangkat dari cerita horor yang viral di media sosial.

Kisah tersebut muncul melalui akun @JeroPoint. Ceritanya mengangkat keluarga yang menghadapi persoalan pesugihan dan tumbal.

Baca Juga:  Jatim Bidik Penguatan Industri Maritim Lewat Kerja Sama dengan Rusia

MVP Pictures kemudian mengadaptasi cerita tersebut menjadi film. Film Di Ambang Kematian tayang pada 2023.

Sumber ceritanya berbeda dari kasus kriminal yang memiliki dokumen resmi. Cerita ini berasal dari pengalaman yang diklaim nyata oleh penuturnya.

4. Kisah Tanah Jawa: Pocong Gundul

Kisah Tanah Jawa: Pocong Gundul mengambil cerita dari pengalaman Om Hao.

Om Hao sebelumnya membagikan kisah tersebut melalui kanal dan karya Kisah Tanah Jawa. Cerita itu kemudian masuk ke layar lebar.

Kisahnya berkaitan dengan sosok Pocong Gundul. Film ini juga mengangkat cerita tentang gangguan supranatural di lingkungan sekolah.

5. Kemah Terlarang: Kesurupan Massal

Kemah Terlarang: Kesurupan Massal mengambil latar kejadian perkemahan di Yogyakarta.

Kisah tersebut berkaitan dengan peristiwa kesurupan massal pada 2016. Cerita itu kemudian berkembang menjadi novel sebelum masuk ke bioskop.

Film ini mengolah kembali kisah tersebut dalam format horor. Pembuat film juga melakukan perubahan pada sejumlah karakter dan detail cerita.

6. Pengantin Setan

Pengantin Setan mengambil cerita dari pengalaman Echa Susiami.

Kisah Echa sebelumnya viral melalui TikTok dan kanal YouTube RJL 5. Ceritanya mengangkat gangguan sosok gaib dalam kehidupan rumah tangga.

Kisah tersebut kemudian mendapat adaptasi layar lebar. Film Pengantin Setan tayang pada Januari 2025.

Versi film tentu memiliki pengembangan cerita. Karena itu, penonton tetap perlu membedakan pengalaman Echa dengan versi sinematiknya.

7. Vina: Sebelum 7 Hari

Vina: Sebelum 7 Hari memiliki sumber cerita yang berbeda dari judul lainnya.

Baca Juga:  Seragam ASN Jadi Petunjuk, Dugaan Penipuan Rekrutmen PNS di Gresik Terkuak

Film tersebut mengambil dasar dari kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon pada 2016.

Kasus tersebut kemudian menjadi perhatian luas masyarakat. Rumah produksi mengolah kisah itu menjadi film pada 2024.

Film ini juga memasukkan unsur horor dalam penyajiannya. Karena itu, cerita layar lebar tidak sama persis dengan seluruh fakta kasus.

Label Kisah Nyata Tidak Selalu Berarti Sama

Ketujuh film tersebut menunjukkan beragam sumber cerita horor Indonesia. Sebagian berasal dari pengalaman personal.

Sebagian lainnya berangkat dari cerita viral. Sementara itu, Vina: Sebelum 7 Hari memiliki dasar kasus kriminal yang nyata.

Perbedaan sumber tersebut penting bagi penonton. Sebab, film tetap membutuhkan dramatisasi untuk membangun konflik dan ketegangan.

Karena itu, istilah berdasarkan kisah nyata sebaiknya tidak dipahami secara harfiah. Penonton perlu melihat sumber cerita sebelum menyamakan film dengan kejadian sebenarnya.

Justru perbedaan tersebut membuat film-film ini menarik untuk ditelusuri. Cerita yang awalnya hanya beredar dari mulut ke mulut atau media sosial akhirnya masuk layar lebar.