Influenza H3N2 Terdeteksi di Malang, Kenali Gejala dan Risikonya

SUARAMALANG.COM, MALANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menemukan 20 kasus influenza dari pemeriksaan terhadap 59 pasien yang masuk dalam pemantauan Influenza-Like Illness (ILI) hingga pekan ke-36 2026. Dari jumlah tersebut, influenza A subtipe H3N2 menjadi jenis yang paling banyak ditemukan dengan 12 kasus.

Selain H3N2, pemeriksaan juga menemukan tujuh kasus influenza A(H1N1)pdm09 dan satu kasus influenza B Victoria. Temuan ini membuat masyarakat perlu lebih mengenali gejala influenza dan mengetahui kapan keluhan flu membutuhkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.

Dinkes Kota Malang melakukan pemantauan influenza melalui jaringan puskesmas. Pemeriksaan dan pengambilan sampel untuk surveilans ILI dilakukan di Puskesmas Dinoyo, sedangkan sampel diperiksa di laboratorium untuk memastikan jenis virus yang menginfeksi pasien.

H3N2 Jadi Jenis Influenza yang Paling Banyak Ditemukan

Data Dinkes Kota Malang menunjukkan H3N2 menyumbang 12 dari 20 kasus influenza yang terkonfirmasi dalam pemantauan tersebut. Artinya, subtipe ini mencakup 60 persen dari kasus influenza positif yang ditemukan melalui pemeriksaan ILI.

Kepala Dinkes Kota Malang dr. Husnul Muarif mengatakan H3N2 perlu mendapat perhatian karena pada sebagian pasien keluhannya dapat lebih berat dibandingkan tipe influenza lain. Namun, tingkat keparahan penyakit tetap dipengaruhi kondisi masing-masing pasien.

Husnul juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik. Gejala influenza H3N2 pada dasarnya dapat menyerupai flu pada umumnya, sehingga seseorang tidak dapat memastikan jenis virus hanya berdasarkan keluhan yang dirasakan.

Gejala H3N2 Bisa Mirip Flu Biasa

Gejala influenza umumnya muncul secara tiba-tiba. Keluhan dapat berupa demam, batuk, sakit kepala, nyeri otot atau sendi, sakit tenggorokan, pilek, serta rasa lelah atau tidak enak badan.

Pada sebagian penderita, batuk dapat menjadi lebih berat dan berlangsung cukup lama. Karena gejalanya dapat menyerupai infeksi saluran pernapasan lain, pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan jenis virus tertentu.

Baca Juga:  Dinkes Kabupaten Malang Bangun Pengawasan Berlapis MBG, Cegah Risiko Sebelum Makanan Dibagikan

WHO menyebut sebagian besar penderita influenza pulih dalam waktu sekitar satu minggu. Namun, influenza tetap dapat menyebabkan komplikasi serius pada kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi.

Siapa yang Perlu Lebih Waspada?

Kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami influenza berat antara lain anak kecil, orang lanjut usia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis seperti asma, penyakit jantung, penyakit paru, dan diabetes.

Orang dengan kondisi kekebalan tubuh yang terganggu juga perlu lebih memperhatikan gejala infeksi saluran pernapasan. Jika demam, batuk, atau keluhan lain semakin berat, pemeriksaan medis diperlukan untuk menentukan penanganan yang sesuai.

Kelompok rentan tidak sebaiknya menunggu kondisi memburuk sebelum mencari pertolongan. Pemeriksaan lebih awal dapat membantu tenaga kesehatan menilai tingkat keparahan dan kebutuhan penanganan pasien.

Kapan Gejala Flu Perlu Diperiksakan?

Tidak semua batuk dan pilek berarti seseorang terinfeksi H3N2. Dinkes Kota Malang menegaskan bahwa kepastian jenis influenza membutuhkan pemeriksaan, sehingga masyarakat sebaiknya tidak melakukan diagnosis sendiri berdasarkan gejala.

Pemeriksaan terutama diperlukan ketika demam dan batuk tidak membaik, keluhan semakin berat, atau pasien termasuk kelompok yang berisiko mengalami komplikasi. Sesak napas, penurunan kesadaran, kelemahan berat, atau kondisi yang memburuk juga memerlukan pertolongan medis segera.

Masyarakat yang mengalami gejala influenza dapat menghubungi puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penilaian sesuai kondisi. Pasien dengan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dapat dirujuk ke rumah sakit.

Masker dan Kebiasaan Bersih Bantu Kurangi Risiko Penularan

Dinkes Kota Malang mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika berada di luar rumah atau berkumpul dengan banyak orang, terutama saat mengalami keluhan saluran pernapasan. Masyarakat juga diminta mengurangi paparan debu dan asap yang dapat memperburuk gangguan pernapasan.

Baca Juga:  Stunting dan Wasting di Kabupaten Malang Menurun, Dinkes Terus Bekerja Keras

Langkah pencegahan lain mencakup mencuci tangan secara rutin, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit. Orang yang sedang mengalami gejala influenza juga sebaiknya membatasi aktivitas di tempat ramai agar tidak menularkan virus kepada orang lain.

WHO merekomendasikan vaksinasi influenza sebagai salah satu cara utama untuk mencegah influenza dan mengurangi risiko penyakit berat, terutama pada kelompok berisiko. Informasi mengenai vaksinasi dapat diperoleh melalui fasilitas pelayanan kesehatan.

Jangan Langsung Sebut Semua Flu sebagai H3N2

Temuan 12 kasus H3N2 di Kota Malang tidak berarti semua warga yang mengalami batuk, pilek, atau demam sedang terinfeksi virus tersebut. Diagnosis influenza tertentu membutuhkan pemeriksaan laboratorium.

Karena itu, masyarakat tidak perlu panik ketika mengalami gejala flu. Yang lebih penting adalah memperhatikan kondisi tubuh, mengurangi risiko penularan, dan segera mencari pertolongan apabila gejala semakin berat.

Informasi mengenai kesehatan pernapasan dan influenza juga dapat menjadi rujukan untuk memahami gejala serta langkah pencegahan. Untuk informasi medis mengenai influenza musiman, pembaca dapat merujuk pada informasi WHO tentang pencegahan influenza.