SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap influenza A subtipe H3N2 yang ditemukan melalui pemeriksaan influenza-like illness (ILI) di fasilitas kesehatan. Dari sejumlah subtipe yang teridentifikasi, H3N2 menjadi perhatian karena dapat menimbulkan keluhan yang lebih berat pada sebagian penderita.
Kepala Dinkes Kota Malang dr. Husnul Muarif mengatakan pemeriksaan di Puskesmas Dinoyo menemukan tiga subtipe influenza, yakni H3N2, H1N1, dan influenza B Victoria. Data pemeriksaan yang disampaikan menunjukkan 10 kasus H3N2, empat H1N1, dan satu influenza B Victoria.
H3N2 Jadi Perhatian Dinkes
Husnul menyebut H3N2 perlu mendapat perhatian lebih dibandingkan subtipe lain. Ia juga menjelaskan salah satu kelompok genetik yang menjadi perhatian adalah Influenza A(H3N2) Subclade K, yang mulai teridentifikasi sejak Agustus 2025.
“Yang harus diwaspadai memang H3N2, karena itu yang kita sebut sebagai super flu, karena keluhannya itu lebih banyak dan lebih berat dibandingkan dengan tipe yang lainnya. Tapi itu semuanya tergantung dari imunitas daya tubuh seseorang,” ujar Husnul, Senin (21/9/2026).
Influenza merupakan salah satu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang dapat menimbulkan gejala dengan tingkat keparahan berbeda. Keluhan awal dapat menyerupai flu biasa, sedangkan pada kondisi yang lebih berat dapat muncul demam, batuk berat, sakit kepala, dan nyeri pada tubuh.
Husnul mengingatkan bahwa tingkat keparahan tidak hanya ditentukan oleh subtipe virus, tetapi juga kondisi daya tahan tubuh masing-masing orang.
Masker dan Kurangi Paparan Debu
Dinkes Kota Malang meminta masyarakat tidak merespons temuan influenza dengan kecemasan berlebihan. Warga yang mengalami keluhan pernapasan dianjurkan memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan agar mendapatkan penanganan sesuai kondisi.
“Kalau ada keluhan langsung bisa menghubungi puskesmas, baik itu pemerintah maupun swasta,” ujar Husnul.
Selain memperhatikan kondisi tubuh, masyarakat diminta mengurangi paparan debu dan asap. Husnul menjelaskan polutan dari debu, asap kendaraan maupun pembakaran dapat memengaruhi kondisi saluran pernapasan.
Penggunaan masker dianjurkan ketika beraktivitas di luar rumah maupun saat berada di tengah kerumunan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi paparan terhadap partikel yang dapat mengganggu saluran pernapasan.
“Perawatannya karena ini virus, bagaimana mencegah supaya mempersiapkan daya tahan tubuhnya baik, kemudian mengurangi paparan debu, sehingga pemakaian alat pelindung diri minimal masker diperlukan saat di luar, saat kumpul dengan komunitas,” katanya.
Dinkes Kota Malang juga terus melakukan pemantauan melalui fasilitas kesehatan. Puskesmas Dinoyo menjadi lokasi pemeriksaan dan pengambilan sampel ILI untuk membantu memastikan subtipe influenza yang ditemukan.
Masyarakat yang mengalami keluhan pernapasan dianjurkan tidak menunda pemeriksaan, terutama apabila gejala semakin berat atau mengganggu aktivitas sehari-hari.














