SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Sebanyak 17 mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) meraih berbagai penghargaan dalam Nusantara Creative Competition 4 (NCC 4) dan National Essay Competition 3 (NESCO 3) di Universitas Udayana, Bali, pada 19–20 September 2026. Prestasi tersebut meliputi Gold Medal, Silver Medal, Bronze Medal, hingga Favorite Poster.
Salah satu capaian tertinggi diraih tim yang terdiri dari Angelica Saor Retno L.H, Nadia Ramadhani Putri Risdianto, Ni Nyoman Ratna Puspita Arsa Putri, Manggar Soroiyawa Laia, dan Desman Christino Providensia Hura. Tim tersebut meraih Gold Medal sekaligus Juara 2.
Penghargaan Silver Medal diraih Qeis Mukhtar, Revand Christ Zomen Simanjuntak, Manggar Soroiyawa Laia, Ardiana Sulthanah Ahmad, dan Novita Joy Tarigan. Sementara itu, Revand Christ Zomen Simanjuntak, Simson Siregar, Josua P. Butarbutar, Reynaldy Butarbutar, dan Pison Tambunan meraih penghargaan Silver Medal dan Bronze Medal. Angel Elisabeth Silitonga dan Ester Eveline juga memperoleh Bronze Medal serta Favorite Poster.
Kembangkan Aplikasi untuk Kesehatan Mental dan Pertanian
Bagi Angelica, Nadia, dan Ratna, kompetisi ini menjadi pengalaman pertama mereka mengikuti perlombaan bersama. Mereka mulai mempersiapkan karya sejak Juni 2026 hingga berhasil melaju ke babak grand final di Bali.
“Ini sebenarnya first time kita. First time semuanya. Kami ingin mencoba hal baru,” ujar Angelica.
Dalam kompetisi tersebut, tim mengembangkan dua gagasan berbasis aplikasi, yakni Mind Care dan AgriMatch. Mind Care berfokus pada pencegahan masalah kesehatan mental mahasiswa, terutama burnout. Aplikasi ini dirancang sebagai sarana preventif sebelum kondisi pengguna berkembang menjadi lebih serius.
“Biasanya mahasiswa takut untuk datang ke psikolog ketika sedang burnout. Jadi, kami menyediakan aplikasi ini sebagai preventif sebelum menjadi lebih serius,” jelas Angelica.
Sementara itu, AgriMatch menawarkan pemanfaatan teknologi untuk membantu petani muda menemukan dan menyewa lahan sesuai kebutuhan serta kemampuan mereka.
Tim kemudian mengemas gagasan tersebut dalam bentuk poster dan presentasi esai menggunakan PowerPoint. Proses persiapan tidak lepas dari tantangan koordinasi karena setiap anggota memiliki kesibukan akademik dan jadwal berbeda.
“Struggle-nya di situ, menyesuaikan jadwalnya yang susah,” ujar Nadia.
Dalam persiapannya, tim memperoleh dukungan pendanaan dari Fakultas Pertanian UB untuk mengikuti kompetisi di Bali. Mereka juga mendapatkan pendampingan dari mahasiswa yang tergabung dalam lembaga kemahasiswaan bidang karya tulis ilmiah.
Prestasi Jadi Modal Kepercayaan Diri
Keberhasilan meraih penghargaan nasional memberikan pengalaman berharga bagi para anggota tim. Angelica mengaku sempat merasa minder ketika harus bersaing dengan peserta lain, tetapi pencapaian tersebut membuatnya lebih percaya diri.
“Awalnya saya merasa minder, ‘Saya bisa enggak ya mengalahkan semua orang ini?’ Ternyata saya masih bisa. Berarti ada suatu kebanggaan dalam diri saya yang bisa saya berikan kepada orang tua dan keluarga,” ungkapnya.
Ratna dan Nadia juga memandang prestasi tersebut sebagai langkah awal untuk mengikuti kompetisi lain. Ketiganya mengajak mahasiswa UB agar berani mencoba pengalaman baru dan terus mengembangkan kemampuan.
“Jangan takut untuk mencoba. Setiap orang punya potensinya masing-masing, jadi coba digali lagi potensinya masing-masing,” tutur Ratna.














