Mitos Minum Es Saat Cuaca Panas Bisa Ganggu Kesehatan, Nih Faktanya!

Two glass jars with ice tea. Ice around jars Wooden background Copy space Horizontal photo

SUARAMALANG.COM – Cuaca panas sering membuat orang mencari minuman dingin untuk menyegarkan tubuh. Namun, sebagian masyarakat masih menganggap konsumsi air es saat udara terik bisa mengganggu kesehatan.

Anggapan tersebut perlu dilihat berdasarkan bukti ilmiah. Sebab, suhu minuman tidak otomatis menentukan dampaknya terhadap kesehatan seseorang.

Mengutip ulasan kesehatan Healthline yang ditinjau dokter keluarga Aaron R. Block, MD, MPH, tidak ada bukti kuat bahwa air dingin membahayakan kesehatan kebanyakan orang.

Air dingin maupun air bersuhu ruang sama-sama membantu menjaga kecukupan cairan tubuh. Karena itu, masyarakat tidak perlu menghindari air es hanya karena cuaca sedang panas.

Penelitian Ungkap Manfaat Minuman Dingin Saat Cuaca Panas

Sejumlah penelitian justru mengkaji potensi manfaat minuman dingin ketika seseorang beraktivitas dalam kondisi panas. Salah satunya berupa tinjauan sistematis yang terbit dalam International Journal of Sport Nutrition and Exercise Metabolism pada 2010.

Penelitian tersebut tersedia melalui PubMed, basis data publikasi ilmiah yang dikelola National Library of Medicine Amerika Serikat.

Peneliti meninjau sejumlah studi mengenai pengaruh suhu minuman terhadap performa olahraga dalam kondisi panas. Hasilnya menunjukkan bahwa minuman dingin berpotensi menekan kenaikan suhu inti tubuh.

Namun, peneliti juga menemukan hasil yang beragam. Artinya, manfaat tersebut tidak bisa disamaratakan untuk setiap orang dan setiap kondisi.

Temuan ini memperkuat bahwa minuman dingin bukan sesuatu yang harus dihindari secara mutlak. Meski demikian, kebutuhan cairan dan kondisi tubuh tetap menjadi pertimbangan utama.

Baca Juga:  Stunting dan Wasting di Kabupaten Malang Menurun, Dinkes Terus Bekerja Keras

Kapan Minum Es Bisa Menimbulkan Masalah?

Meski relatif aman bagi kebanyakan orang, air es tetap bisa menimbulkan ketidaknyamanan pada kondisi tertentu. Sebagian orang mengalami sakit kepala akibat rangsangan dingin ketika mengonsumsi minuman sangat dingin.

Selain itu, orang dengan gangguan tertentu pada kerongkongan bisa mengalami keluhan saat menelan minuman dingin. Karena itu, respons tubuh masing-masing tetap perlu diperhatikan.

Hal lain yang perlu diperhatikan ialah kandungan gula dalam minuman. Es teh manis, minuman bersirup, dan minuman kemasan tinggi gula bukan pilihan terbaik jika dikonsumsi berlebihan setiap hari.

Dengan demikian, persoalan kesehatan bukan semata-mata terletak pada es batu. Jenis minuman, jumlah konsumsi, dan kondisi individu juga berpengaruh.

WHO Ingatkan Pentingnya Menjaga Cairan Tubuh

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menekankan pentingnya menjaga tubuh tetap sejuk dan terhidrasi selama cuaca panas. Anjuran tersebut tercantum dalam panduan WHO tentang menghadapi cuaca panas yang terbit pada 8 Juni 2026.

WHO menyarankan masyarakat minum air secara teratur selama periode panas. Organisasi tersebut juga menganjurkan masyarakat membatasi minuman manis, beralkohol, dan berkafein.

Langkah pencegahan lainnya meliputi menghindari aktivitas berat saat suhu mencapai puncaknya. Masyarakat juga disarankan mencari tempat sejuk dan menggunakan pakaian ringan serta longgar.

Paparan panas berlebihan dapat memicu kelelahan akibat panas hingga heatstroke. Kondisi terakhir merupakan kegawatdaruratan medis yang membutuhkan pertolongan segera.

Baca Juga:  Hukum Menjerat? 5.360 Anak Keracunan MBG, JPPI Tuntut Presiden dan BGN Bertanggung Jawab

Karena itu, menjaga kecukupan cairan jauh lebih penting daripada memperdebatkan suhu air yang diminum. Masyarakat dapat memilih air dingin atau air bersuhu ruang sesuai kenyamanan tubuh.

Kesimpulan: Boleh Minum Es, Asal Tidak Berlebihan

Berdasarkan sumber ilmiah tersebut, anggapan bahwa minum air es saat cuaca panas pasti membahayakan kesehatan tidak didukung bukti kuat. Air dingin tetap dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Meski begitu, masyarakat perlu memperhatikan kandungan gula dan respons tubuh setelah minum. Jika muncul keluhan berulang saat mengonsumsi minuman dingin, sebaiknya sesuaikan suhu minuman atau konsultasikan kepada tenaga kesehatan.

Pada akhirnya, menghadapi cuaca panas membutuhkan langkah yang sederhana tetapi penting. Minum cukup air, mengurangi paparan panas, dan mengenali tanda gangguan akibat panas menjadi kunci menjaga kesehatan.