Gus Thoriq Usulkan Doa Resmi Negara Indonesia, Diserahkan ke MWC NU Pagelaran

KH Thoriq Bin Ziyad (berbaju lurik Jawa) bersama pengurus MWC NU Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, dalam rangka penyampaian usulan doa resmi negara Indonesia. (Foto: Dok. suaramalang.com)

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Inisiator Hari Santri Nasional (HSN), KH Thoriq Bin Ziyad atau Gus Thoriq, mengusulkan agar Indonesia memiliki doa resmi negara. Usulan tersebut disampaikan dalam bentuk teks doa berbahasa Arab beserta terjemahan bahasa Indonesia dan telah diserahkan kepada Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.

Gus Thoriq berharap usulan tersebut dapat diteruskan melalui struktur organisasi Nahdlatul Ulama (NU), mulai dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur hingga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Ia menyampaikan usulan itu pada Kamis (22/10/2026), seusai mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional. Menurut Gus Thoriq, doa tersebut disusun sebagai ikhtiar spiritual agar Indonesia memperoleh petunjuk dan rida Allah SWT.

“Selama ini kita bangsa Indonesia tidak punya doa resmi negara. Ini usulan kami yang kami serahkan pada MWC NU Kecamatan Pagelaran. Silakan kawan-kawan di MWC nanti yang akan menyampaikan atau meneruskan pada pengurus NU tingkat provinsi hingga ke PBNU,” ungkap Gus Thoriq.

Ia menegaskan, doa tersebut diharapkan menjadi harapan bersama bagi bangsa Indonesia dan negara-negara Islam agar memperoleh kebaikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Usulan Akan Diteruskan ke PWNU Jatim dan PBNU

Khatib MWC NU Kecamatan Pagelaran, Mashudi, mengatakan dokumen doa yang diusulkan Gus Thoriq selanjutnya akan disampaikan kepada PWNU Jawa Timur dan PBNU.

Baca Juga:  Atap Gedung DPRD Ambrol, LIRA Pertanyakan Anggaran Perawatan

Menurut Mashudi, usulan tersebut memiliki tujuan luhur, yakni mengharapkan rahmat dan petunjuk Allah SWT bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

“Usulan doa resmi negara dari Gus Thoriq semoga bisa menjadi panduan kita semua. Sebagai deklarator Hari Santri, kami melihat Gus Thoriq punya niat yang luhur agar tatanan berbangsa dan bernegara di Indonesia mendapatkan rahmat dan petunjuk dari Allah SWT,” ujar Mashudi.

Penyerahan dokumen kepada MWC NU Pagelaran menjadi langkah awal yang disebutkan dalam proses penyampaian usulan tersebut. Adapun keputusan mengenai penerimaan atau penggunaan doa sebagai doa resmi negara belum disampaikan dalam keterangan yang tersedia.

Berisi Harapan untuk Pemimpin dan Bangsa

Teks yang disusun Gus Thoriq berupa doa selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Isinya memuat harapan agar bangsa Indonesia dan negara-negara Islam memperoleh kebaikan, dijauhkan dari kesusahan serta bencana, dan dilindungi dari kerusakan moral.

Doa tersebut juga memuat permohonan agar para pemimpin dan masyarakat mendapatkan kebaikan serta agar Indonesia dan negara-negara Islam menjadi negeri yang makmur dan sejahtera.

Baca Juga:  Kapolda Jatim Ultimatum Aremania dan Bonek Jaga Sportivitas Jelang Derbi Arema vs Persebaya

Selain menyampaikan usulan tersebut, Mashudi berpesan agar para santri tetap istiqamah menjaga ajaran Ahlussunah wal Jamaah. Ia juga menekankan pentingnya penghormatan kepada guru dan keteguhan dalam memegang nilai-nilai kesantrian.

Mashudi turut menyoroti perlunya pembenahan di bidang pendidikan. Menurutnya, nilai-nilai pendidikan yang berakar pada tradisi pesantren perlu tetap diperhatikan dalam perkembangan sistem pendidikan saat ini.

“Pesan kami untuk seluruh santri, santri harus tegak berdiri, tidak boleh condong ke kanan dan ke kiri. Tawadhu dengan guru, dan tetap memegang teguh hakikat santri,” pungkasnya.

Usulan doa resmi negara tersebut kini menunggu tindak lanjut melalui jalur organisasi NU sebagaimana disampaikan Gus Thoriq dan Mashudi.