Sebanyak 8 Titik Api Terdeteksi di Arjuno, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Kebakaran Tahura R. Soerjo

SUARAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo, wilayah Kabupaten Malang, masih dalam penanganan tim gabungan hingga Kamis (22/10/2026).

Sebanyak delapan titik panas atau hotspot terpantau, sementara operasi pemadaman darat terus dilakukan untuk mencegah api meluas ke kawasan yang belum terbakar.

Berdasarkan laporan perkembangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang pukul 13.00 WIB, kebakaran terjadi di kawasan Pegunungan Arjuno yang masuk wilayah Kecamatan Karangploso, meliputi Desa Tawangargo dan Desa Donowarih.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, S.Sos., menyampaikan bahwa tim gabungan masih melakukan pemadaman, pemantauan titik api, serta penanganan bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

“Operasi darat masih dalam proses penanganan,”ujar Purwoto

Sebanyak 30 personel gabungan diterjunkan untuk melakukan pemadaman dan pemantauan. Mereka terdiri atas unsur Polisi Kehutanan (Polhut), Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, serta Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM).

Strategi penanganan dilakukan melalui pembuatan sekat bakar, penimbunan bara api yang masih ditemukan pada pohon maupun area terdampak, serta pemotongan pohon tumbang yang berpotensi menjadi jalur perambatan api ke wilayah lain.

Pada Rabu (21/10/2026), tim juga melakukan pemadaman di petak 116a kelas hutan hutan lindung (HL).

Baca Juga:  Pesantren Harus Kuasai Teknologi tanpa Kehilangan Akidah, Prof Ahmad Mudjayyid: Jangan Tertinggal

Selain itu, petugas membuat sekat bakar selebar tiga meter sepanjang 500 meter di area yang berbatasan langsung dengan kawasan wisata Budugasu.

Petugas turut melakukan penjagaan di jalur pendakian untuk mengantisipasi munculnya kembali api dari bara yang masih tersisa.

Medan Curam Jadi Kendala Pemadaman

Upaya pemadaman menghadapi kendala medan yang curam. Sejumlah titik kebakaran hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki sehingga membutuhkan waktu lebih lama bagi personel untuk mencapai lokasi.

Untuk mendukung penanganan, akses masuk operasi karhutla dibagi melalui tiga pos, yakni Pos Pendakian via Lawang, jalur pendakian via Budugasu di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, serta melalui Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso.

BPBD Kabupaten Malang juga mengirimkan dukungan logistik ke tiga posko tersebut guna menunjang kebutuhan personel selama operasi berlangsung.

Personel Dibagi ke Tiga Titik

Dalam rencana operasi lanjutan, tim gabungan dibagi menjadi tiga kelompok untuk mempercepat penanganan di sejumlah lokasi.

Tim pertama beranggotakan tujuh orang diarahkan menuju Desa Donowarih. Tim kedua yang terdiri atas delapan personel bertugas menangani titik api di wilayah Tawangargo.

Sementara itu, tim ketiga dengan kekuatan 15 personel melaksanakan mop-up atau penyisiran dan pemadaman sisa bara di lokasi kebakaran kawasan Candi Telih, Desa Klampok.

Baca Juga:  Workshop AI Kabupaten Malang: PKK Siap Bertransformasi, Tiga Desa Raih Penghargaan E-PKK 2025

Operasi ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Malang, Perhutani, Tahura R. Soerjo, Manggala Agni, MPA Arjuna Welirang, HIPPAM, IOF, Brimob, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Muspika Karangploso, pemerintah desa, relawan, serta unsur pendukung lainnya.

Hingga laporan diterbitkan pada Kamis siang, luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan oleh tim asesmen di lapangan.

BPBD juga menyatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Percepatan pemadaman dan pemantauan titik api menjadi prioritas agar kebakaran tidak meluas.

Perkembangan kondisi kebakaran masih menunggu hasil pemantauan dan laporan lanjutan dari tim gabungan di lapangan.

Pewarta: *Deni Robi