Ledakan Kupang Segunting Surabaya Rusak Enam Rumah, Polisi Selidiki Penyebabnya

Petugas kepolisian melakukan pemeriksaan di lokasi ledakan di kawasan Kupang Segunting, Surabaya, Senin (26/10/2026). Dua warga terluka dan enam rumah dilaporkan terdampak. (Foto: Istimewa)

SUARAMALANG.COM, SURABAYA – Ledakan di Jalan Kupang Segunting IV, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya, Senin (26/10/2026), menyebabkan dua warga mengalami luka-luka dan enam rumah terdampak. Polisi masih menyelidiki penyebab ledakan untuk memastikan apakah peristiwa tersebut dipicu kebocoran tabung LPG atau faktor lain.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan mengatakan, penyebab ledakan belum dapat dipastikan karena petugas masih mengumpulkan informasi dan melakukan pendalaman di lokasi kejadian.

“Ya, kita dalami. Dari tabung LPG itu, apakah kebocoran atau karena faktor lain, kita sedang dalami,” katanya saat berada di Kupang Segunting, Senin (26/10/2026).

Ia menyatakan, kepolisian akan menyampaikan informasi lebih lengkap setelah proses pendalaman dilakukan. Sementara itu, tim kepolisian, termasuk petugas Inafis, telah melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara.

Berdasarkan informasi BPBD Kota Surabaya, ledakan tersebut berdampak pada enam rumah. Namun, tingkat kerusakan setiap bangunan masih memerlukan pendataan lebih lanjut.

Dua Warga Dirawat, Rumah di Sekitar Lokasi Terdampak

Dua korban dalam peristiwa tersebut telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Korban pertama merupakan pemilik rumah yang menjadi lokasi sumber ledakan, sedangkan korban kedua adalah warga yang tinggal di sekitarnya.

Baca Juga:  566 Korban Keracunan MBG Sidoarjo, Pengawasan Program Dipertanyakan

Pemilik rumah, Jeni Laurencia, dirawat di RSUD dr. Mohamad Soewandhie. Sementara itu, korban lainnya, Ruth Lifa, dibawa ke RS William Booth.

Keterangan BPBD Surabaya menyebutkan, salah satu korban mengalami luka bakar, sedangkan korban lainnya terkena serpihan kaca. Keduanya mendapatkan penanganan medis setelah kejadian.

Dampak ledakan juga dirasakan warga di sekitar lokasi. Seorang warga yang dikutip Kompas.com menggambarkan suara ledakan terdengar sangat keras, bahkan disamakan dengan suara bom. Getaran dan kerusakan pada sejumlah rumah turut menambah kepanikan warga saat kejadian.

Seorang saksi mata, Agus Pramono (51), juga mengaku mencium bau gas menyengat sebelum ledakan terjadi. Menurut keterangannya, bau tersebut tercium dari rumah yang kemudian mengalami ledakan.

Meski demikian, dugaan kebocoran LPG yang disampaikan saksi belum dapat dianggap sebagai penyebab pasti. Kepolisian masih perlu memeriksa kondisi lokasi dan mengumpulkan bukti untuk mengetahui pemicu ledakan secara menyeluruh.

Olah TKP untuk Memastikan Pemicu Ledakan

Setelah kejadian, petugas BPBD Surabaya dan kepolisian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan. Tim kepolisian juga melakukan olah TKP guna mendukung proses penyelidikan.

Baca Juga:  Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-DKI Jakarta Sukses Catatkan Transaksi Rp5,7 Triliun Lebih, Tertinggi Sepanjang Gelaran Misi Dagang

Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan sumber ledakan, termasuk menelusuri kemungkinan kebocoran tabung LPG maupun faktor lain yang dapat memicu peristiwa tersebut.

Hingga Senin (26/10/2026), penyebab pasti ledakan dan tingkat kerusakan bangunan masih menunggu hasil pemeriksaan petugas. Belum ada kesimpulan resmi yang memastikan bahwa kebocoran LPG menjadi pemicu utama.

Peristiwa ini menyisakan dua korban yang membutuhkan perawatan serta kerusakan pada sejumlah rumah warga. Hasil penyelidikan kepolisian diharapkan dapat menjelaskan rangkaian kejadian sekaligus memastikan faktor yang menyebabkan ledakan di kawasan padat permukiman tersebut.