Prakiraan Cuaca Malang Raya 28 Oktober 2026: Hujan Berpotensi Turun, Kualitas Udara Perlu Dipantau

Langit berawan di Malang Raya. Warga diimbau memantau prakiraan hujan dan kualitas udara sebelum beraktivitas pada Rabu, 28 Oktober 2026. (Foto: Ilustrasi)

SUARAMALANG.COM, Malang – Warga Malang Raya perlu menyiapkan perlengkapan untuk mengantisipasi perubahan cuaca pada Rabu (28/10/2026). Prakiraan untuk Kota Malang menunjukkan potensi hujan singkat, sementara sejumlah wilayah Kabupaten Malang diperkirakan mengalami hujan ringan hingga hujan sedang. Kondisi cuaca dapat berbeda antarkecamatan sehingga warga disarankan memeriksa pembaruan sesuai lokasi masing-masing.

Informasi prakiraan yang tersedia menunjukkan hujan berpotensi terjadi di Kota Malang, terutama pada beberapa periode siang hingga malam. Data prakiraan per jam juga menunjukkan kemungkinan badai petir pada sore hari. Suhu udara diperkirakan berada di kisaran 19–31 derajat Celsius. Angka tersebut merupakan gambaran prakiraan untuk Kota Malang, bukan rentang suhu seluruh Malang Raya.

Sementara itu, laporan prakiraan Kabupaten Malang yang mengacu pada data BMKG menyebutkan bahwa hujan ringan berpotensi terjadi di banyak wilayah pada Rabu (28/10). Hujan sedang diprakirakan terjadi di Kecamatan Ampelgading. Sejumlah kecamatan lainnya berpotensi mengalami udara kabur atau cerah berawan.

Cuaca Kota Batu dan Kabupaten Malang Bisa Berbeda

Perbedaan kondisi geografis membuat prakiraan cuaca di Malang Raya tidak dapat disamaratakan. Di Kota Batu, wilayah dataran tinggi seperti Bumiaji dan Kecamatan Batu perlu memperhatikan kemungkinan udara kabur yang dapat mengurangi jarak pandang, terutama ketika berkendara pada pagi hari. Data BMKG untuk Bumiaji dan Pesanggrahan, Kecamatan Batu, pada pembaruan 27 Oktober menunjukkan kondisi udara kabur, tetapi kondisi tersebut merupakan pengamatan saat pembaruan, bukan kepastian cuaca sepanjang 28 Oktober.

Baca Juga:  KPK Resmi Tahan 4 Tersangka Pemberi Suap Dana Hibah Jatim, Kusnadi Masih Bebas?

Warga yang hendak bepergian ke kawasan pegunungan, jalur perbukitan, atau wilayah Kabupaten Malang yang berpotensi hujan sebaiknya memeriksa prakiraan terbaru sebelum berangkat. Pengendara perlu mengurangi kecepatan ketika hujan atau kabut mengganggu jarak pandang serta menghindari berhenti di bawah pohon saat terjadi petir.

Kualitas Udara Malang Masih Perlu Diperhatikan

Selain cuaca, kualitas udara menjadi informasi penting bagi masyarakat. Pada pemantauan yang ditampilkan di laman BMKG, konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Malang tercatat 30,9 mikrogram per meter kubik dengan kategori sedang pada pukul 04.00 WIB. Angka ini merupakan data pada waktu pemantauan, bukan prakiraan kualitas udara khusus untuk sepanjang Rabu (28/10/2026).

Sebelumnya, kualitas udara di Malang sempat masuk kategori tidak sehat pada periode tertentu akibat dugaan dampak asap kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang. Pemantauan pada Jumat (23/10/2026) menunjukkan kualitas udara kembali berada pada kategori sedang. Sebaran asap dapat berbeda antarlokasi karena dipengaruhi arah angin.

Baca Juga:  Kembali Berjaya, Drone Pintar Bayucaraka ITS Juara di Singapura

Warga, terutama anak-anak, lansia, dan orang yang sensitif terhadap polusi udara, disarankan memperhatikan kondisi di lingkungan sekitar. Apabila tercium asap atau kualitas udara memburuk, kurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan dan ikuti informasi resmi terbaru.

Untuk membantu aktivitas harian, warga dapat menyiapkan payung atau jas hujan, memeriksa kondisi kendaraan, serta mengantisipasi jalan licin ketika hujan turun. Informasi cuaca per desa atau kelurahan, peringatan dini, dan pemantauan PM2.5 dapat diakses melalui situs resmi BMKG. Prakiraan dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer sehingga pembaruan terbaru tetap perlu menjadi acuan sebelum bepergian.