Bisakah Harga Pertamax Turun Juli 2026? Ini Sinyal dari Pertamina dan Menkeu Purbaya

SUARAMALANG.COM, Jakarta – Pengguna Pertamax mulai bertanya-tanya, apakah harga BBM nonsubsidi bisa turun lagi pada Juli 2026 setelah harga minyak dunia mulai melemah pascameredanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Pertanyaan itu muncul setelah PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter pada 10 Juni 2026.

Kini, ketika harga minyak dunia mulai bergerak turun, peluang penyesuaian harga BBM kembali menjadi perhatian masyarakat.

Pertamina: Peluang Harga Pertamax Turun Terbuka

Direktur Perencanaan dan Pertumbuhan Bisnis Pertamina Patra Niaga, Joko Pranoto, menyatakan harga Pertamax pada prinsipnya mengikuti perkembangan harga minyak dunia karena termasuk kategori BBM nonsubsidi atau jenis bahan bakar umum (JBU).

Menurutnya, Pertamina akan merespons baik kenaikan maupun penurunan harga minyak dunia dalam menentukan harga jual BBM nonsubsidi.

“Patra Niaga selama ini dan seterusnya memang akan merespons terhadap kenaikan atau penurunan harga minyak dunia,” ujar Joko di Terminal BBM Plumpang, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Meski demikian, Joko belum dapat memastikan apakah penurunan harga Pertamax akan terjadi pada Juli 2026.

Pertamina masih menunggu perkembangan harga minyak sepanjang Juni karena perhitungan harga BBM menggunakan rata-rata harga pada bulan sebelumnya.

“Ke depan seperti apa nanti kita lihat, karena kita basisnya adalah harga satu bulan sebelumnya,” jelasnya.

Menkeu Purbaya Yakin Harga Pertamax Akan Turun

Sinyal serupa juga datang dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Dalam rapat kerja bersama Komite IV DPD RI, Senin (22/6/2026), Purbaya menyampaikan keyakinannya bahwa harga BBM nonsubsidi berpotensi turun jika tren pelemahan harga minyak dunia terus berlanjut.

“Saya yakin dengan potensi menurunnya harga minyak dunia, harga Pertamax dan lain-lain pun akan turun sehingga pondasi pertumbuhan ekonomi kita akan semakin kuat,” kata Purbaya.

Ia menilai kondisi ekonomi global mulai membaik seiring meredanya ketegangan geopolitik yang sebelumnya memicu lonjakan harga energi dunia.

Menurut Purbaya, Indonesia telah melewati fase terberat dampak konflik Timur Tengah dan kini memiliki peluang memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Apakah Pertamax Turun Juli 2026?

Jika melihat pernyataan Pertamina dan Kementerian Keuangan, peluang penurunan harga Pertamax pada Juli 2026 cukup terbuka.

Namun keputusan akhir tetap bergantung pada rata-rata harga minyak dunia sepanjang Juni 2026.

Apabila tren penurunan harga minyak bertahan hingga akhir bulan, maka harga BBM nonsubsidi berpotensi mengalami koreksi pada evaluasi berikutnya.

Skema penyesuaian harga tersebut mengacu pada mekanisme harga pasar yang diterapkan untuk BBM nonsubsidi sebagaimana dijelaskan oleh PT Pertamina (Persero).

Meski begitu, hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait besaran maupun waktu penurunan harga Pertamax.

Masyarakat masih harus menunggu evaluasi harga yang dilakukan Pertamina pada awal bulan depan.

Bagi pengguna Pertamax, perkembangan harga minyak dunia dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi faktor utama yang menentukan apakah harga BBM akhirnya kembali turun setelah lonjakan tajam pada Juni 2026.

Iklan
Iklan