Tekno  

Kacamata Pintar Audio Berbasis AI Makin Praktis, Bisa Dengarkan Musik hingga 12 Jam

Ray-Ban Meta Audio menggabungkan desain kacamata kasual dengan speaker terbuka untuk mendengarkan musik, melakukan panggilan, dan mengakses fitur audio tanpa earphone. (Foto: Dok. meta.com)

SUARAMALANG.COM, JAKARTA – Perkembangan teknologi wearable atau perangkat yang dapat dikenakan mulai menghadirkan alternatif baru untuk menikmati audio dan mengakses asisten kecerdasan buatan (AI). Salah satunya adalah kacamata pintar yang menggabungkan desain kasual dengan speaker, mikrofon, serta fitur interaksi suara tanpa harus menggunakan earphone.

Salah satu produk terbaru di kategori ini adalah Ray-Ban Meta Audio yang diperkenalkan Meta pada September 2026. Berbeda dari kacamata pintar Meta sebelumnya yang dilengkapi kamera, perangkat ini berfokus pada pengalaman audio dan komunikasi tanpa genggam.

Meta mengklaim Ray-Ban Meta Audio dapat digunakan untuk mendengarkan musik, memutar podcast, menerima panggilan telepon, dan berinteraksi dengan asisten suara. Perangkat ini memiliki bobot sekitar 43 gram dan diklaim mampu bertahan hingga 12 jam dalam sekali pengisian daya, dengan tambahan daya hingga 48 jam melalui wadah pengisiannya.

Peluncuran tersebut memperlihatkan bagaimana fungsi teknologi mulai diintegrasikan ke aksesori sehari-hari. Kacamata tidak hanya berfungsi sebagai pelindung mata atau pelengkap penampilan, tetapi juga dapat menjadi perangkat untuk mengakses fitur digital.

Ray-Ban Meta Audio Mengandalkan Speaker Terbuka

Salah satu fitur utama Ray-Ban Meta Audio adalah penggunaan speaker terbuka (open-ear speakers) yang tertanam pada bagian gagang kacamata. Teknologi ini memungkinkan pengguna mendengarkan audio tanpa memasukkan perangkat ke dalam telinga.

Pendekatan tersebut berbeda dari earphone konvensional yang menutupi atau masuk ke saluran telinga. Pengguna tetap dapat mendengar suara dari lingkungan sekitar, meskipun tingkat keterdengaran audio eksternal bergantung pada volume, kondisi lingkungan, dan desain perangkat.

Menurut pengumuman resmi Meta, kacamata ini tersedia dalam dua model, yakni Clubmaster dengan desain retro dan Burbank dengan bentuk persegi panjang klasik. Tersedia pula berbagai kombinasi warna bingkai dan lensa, termasuk pilihan yang kompatibel dengan sejumlah resep kacamata.

Baca Juga:  TikTok Saingi Google: Mesin Pencari Baru untuk Generasi Z

Meta menetapkan harga awal US$349 untuk Ray-Ban Meta Audio. Produk tersebut diumumkan untuk pemesanan awal pada September 2026 dan dijadwalkan mulai dikirim pada Oktober 2026.

Informasi fitur dan harga tersebut berasal dari pengumuman Meta. Ketersediaan, harga jual, garansi, serta dukungan fitur di Indonesia perlu dikonfirmasi melalui kanal penjualan resmi.

Asisten AI Membuka Penggunaan Tanpa Genggam

Selain fungsi audio, perkembangan kacamata pintar juga mengarah pada integrasi asisten AI. Dalam acara Meta Connect 2026, Meta mengumumkan rencana menghadirkan Muse, agen AI personal, ke perangkat kacamata AI mereka.

Meta menjelaskan Muse dirancang untuk membantu pengguna menjalankan tugas dan mengelola aktivitas sehari-hari melalui interaksi tanpa genggam. Pada ekosistem kacamata AI yang mendukungnya, teknologi ini diarahkan untuk membantu pengguna memperoleh informasi atau mengelola kegiatan tanpa harus selalu mengambil ponsel.

Namun, fitur AI pada setiap model tidak selalu sama. Ray-Ban Meta Audio yang berfokus pada audio perlu dibedakan dari model Ray-Ban Meta lain yang memiliki kamera dan kemampuan tambahan. Ketersediaan Muse juga bergantung pada implementasi perangkat, pembaruan perangkat lunak, wilayah, dan dukungan bahasa.

Karena itu, calon pengguna sebaiknya memeriksa daftar fitur resmi untuk model dan negara tempat perangkat akan digunakan, bukan hanya mengandalkan promosi umum tentang kacamata AI.

Apa Bedanya dengan Earphone dan Kacamata Pintar Berkamera?

Kacamata pintar audio menawarkan pendekatan berbeda dibandingkan perangkat audio maupun kacamata pintar berkamera.

Earphone umumnya dirancang untuk menghasilkan suara langsung ke telinga, sedangkan kacamata audio menggunakan speaker yang ditempatkan pada gagang. Sementara itu, kacamata pintar berkamera dapat memiliki fungsi tambahan untuk mengambil foto atau merekam video.

Ray-Ban Meta Audio tidak memiliki kamera. Menurut Meta, desain audio-only ini memberikan alternatif bagi pengguna yang menginginkan fungsi audio tanpa fitur pengambilan gambar pada kacamata.

Baca Juga:  Apakah Kejayaan TikTok Mulai Memudar? Ini Faktor yang Mempengaruhinya

Meski demikian, speaker terbuka tidak sepenuhnya menjamin privasi. Pada volume tertentu, suara masih mungkin terdengar oleh orang di sekitar. Pengguna juga tetap perlu memperhatikan lingkungan ketika melakukan panggilan atau berinteraksi dengan asisten suara.

Privasi dan Harga Tetap Perlu Dipertimbangkan

Kacamata pintar menghadirkan kemudahan, tetapi pengguna tetap perlu memahami cara perangkat memproses suara, mengelola data, dan terhubung dengan layanan digital.

Sebelum membeli, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, mulai dari kompatibilitas dengan ponsel, daya tahan baterai, kenyamanan bingkai, dukungan resep lensa, hingga kebijakan privasi layanan yang digunakan.

Pengguna juga sebaiknya memeriksa apakah fitur AI tersedia dalam bahasa yang dibutuhkan dan dapat digunakan di Indonesia. Fitur yang dipromosikan secara global belum tentu langsung tersedia di semua negara.

Dari sisi harga, banderol awal US$349 juga berarti biaya pembelian dapat berubah ketika produk masuk ke pasar lain, terutama jika terdapat pajak, biaya distribusi, atau ketentuan garansi lokal.

Perkembangan kacamata pintar audio menunjukkan bahwa teknologi wearable semakin diarahkan untuk menyatu dengan aktivitas sehari-hari. Namun, manfaat praktisnya tetap perlu ditimbang bersama kenyamanan, harga, dukungan fitur, dan perlindungan privasi.