Pemerintah Kabupaten Malang-Ucapan Idul Fitri
Berita  

Kemarau Mulai Datang Bertahap, BMKG Catat 10,4 Persen Wilayah Indonesia Sudah Kering

Fase Peralihan Masih Dominan di April

Iklan

SUARAMALANG.COM, Nasional – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan awal musim kemarau mulai terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Hingga 20 April 2026, sekitar 10,4 persen wilayah atau 73 Zona Musim (ZOM) telah memasuki periode kering.

Data tersebut menunjukkan peningkatan dibanding awal April. Saat itu, wilayah yang memasuki kemarau baru mencapai 7,8 persen dari total ZOM.

Iklan

Sebaran Wilayah yang Mulai Kering

BMKG merinci wilayah yang lebih dulu mengalami kemarau tersebar di beberapa pulau. Di bagian barat, meliputi sebagian kecil Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Sementara di wilayah tengah dan timur Indonesia, kemarau mulai terasa di Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga sebagian Sulawesi dan Maluku.

Hujan Masih Sering Terjadi

Meski kemarau mulai datang, curah hujan masih cukup tinggi di banyak daerah. BMKG menegaskan kondisi ini wajar karena April masih termasuk masa peralihan musim.

“Awal April ini baru 7,8 persen wilayah masuk kemarau. Selebihnya masih musim hujan,” tulis BMKG dalam keterangannya.

Kemarau Tidak Berarti Tanpa Hujan

BMKG juga mengingatkan bahwa musim kemarau bukan berarti hujan berhenti total. Curah hujan tetap bisa terjadi, tetapi dengan intensitas yang jauh lebih rendah.

Kondisi ini sering menimbulkan persepsi keliru di masyarakat. Padahal, hujan ringan masih mungkin turun selama kemarau berlangsung.

Parameter Penentuan Musim

Suatu wilayah dinyatakan memasuki musim kemarau jika curah hujan berada di bawah 50 milimeter per dasarian. Kondisi ini harus berlangsung selama tiga dasarian berturut-turut.

Metode ini digunakan untuk memastikan perubahan musim terjadi secara konsisten. Bukan hanya berdasarkan kejadian hujan sesaat.

Peran Angin Monsun Australia

BMKG menjelaskan kemarau dipicu oleh angin monsun Australia. Angin ini bergerak dari selatan menuju utara wilayah Indonesia.

Aliran udara tersebut membawa massa udara kering. Dampaknya, curah hujan berkurang secara bertahap.

Wilayah Selatan Lebih Dulu Kering

Wilayah selatan Indonesia diprediksi lebih cepat memasuki kemarau. Daerah seperti NTT, NTB, Bali, Jawa Timur, dan Jawa Tengah mulai mengalami kondisi ini pada April hingga Mei.

Pola ini terjadi hampir setiap tahun. Letak geografis menjadi faktor utama percepatan musim.

Sumatra Menyusul Lebih Lambat

Berbeda dengan wilayah selatan, sebagian besar Sumatra diperkirakan baru memasuki kemarau pada Juni. Sementara Kalimantan dan Sulawesi diprediksi menyusul pada Juli.

Perbedaan waktu ini dipengaruhi pergerakan angin dan kondisi atmosfer regional. Hal tersebut membuat distribusi musim tidak seragam.

Masyarakat Diminta Tetap Waspada

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca. Masa peralihan sering ditandai hujan mendadak disertai angin kencang.

Kondisi ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. Seperti banjir lokal hingga pohon tumbang.

Pemantauan Cuaca Perlu Diperbarui

Masyarakat disarankan rutin memantau informasi cuaca terbaru. Pembaruan data penting untuk mendukung aktivitas harian dan mitigasi risiko.

BMKG memastikan akan terus memperbarui perkembangan musim. Termasuk pergeseran awal kemarau di berbagai wilayah Indonesia.

Iklan
Iklan
Iklan