Mahasiswa Didorong Ubah Masalah Daerah Jadi Solusi Nyata

Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan berdiskusi dengan peserta Indonesia Future Leaders Summit (FLS) 2026 di Depok, 8 Oktober 2026.(Foto: Dok. Kemdiktisanitek)

SUARAMALANG.COM – Persoalan sampah, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga pemulihan pascabencana menjadi isu yang dibawa mahasiswa dalam Indonesia Future Leaders Summit (FLS) 2026. Forum ini mendorong mahasiswa tidak berhenti pada penyampaian aspirasi, tetapi turut mengumpulkan data dan merumuskan solusi bagi persoalan masyarakat.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Syahganda Nainggolan, menyampaikan dorongan tersebut saat berdiskusi dengan peserta FLS 2026, Kamis (8/10/2026), di Depok.

Dalam forum tersebut, mahasiswa dari lima daerah menyampaikan persoalan di wilayah masing-masing. Isu yang dibahas meliputi keterbatasan akses masyarakat, pemulihan pascabencana di Aceh, pengelolaan sampah dan lingkungan di Surakarta, serta karhutla di Kalimantan Barat.

Data Lapangan Jadi Bekal Kepemimpinan

Syahganda menilai mahasiswa dapat mengambil peran dengan mengumpulkan informasi dan data langsung dari lapangan. Informasi tersebut dapat membantu memperjelas persoalan yang membutuhkan perhatian dan tindak lanjut pemerintah.

Ia juga menyatakan komitmennya untuk membantu membangun komunikasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Terkait persoalan karhutla, Syahganda membuka ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan informasi apabila menemukan kejadian yang perlu ditindaklanjuti.

Baca Juga:  FTAB UB Jadi Fakultas Pertama Gunakan Filter Limbah Asam Laboratorium Ramah Lingkungan

“Besarnya masalah karhutla ini semoga dapat dipahami jadi masalah bersama. Diharapkan kita saling berbagi informasi. Saya akan menerima masukan apabila nanti ada kejadian-kejadian yang perlu ditindaklanjuti,” kata Syahganda.

Selain pengumpulan data, ia menekankan pentingnya kolaborasi serta pemanfaatan pengetahuan dan teknologi untuk mengembangkan solusi. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan persoalan yang mereka temui dengan langkah penyelesaian yang lebih konkret.

FLS Perkuat Regenerasi Pemimpin Muda

FLS 2026 merupakan bagian dari Indonesia Future Leaders Camp (FLC), program yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk mendukung regenerasi kepemimpinan, pembelajaran, dan kolaborasi organisasi mahasiswa.

Pada 2025, FLC berlangsung di lima wilayah dengan melibatkan 295 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Melalui rangkaian program tersebut, mahasiswa memperoleh ruang untuk bertukar gagasan lintas daerah dan membawa pengalaman pembelajaran kembali ke kampus serta lingkungan masyarakat.

Syahganda mengingatkan bahwa pemimpin tidak cukup hanya memahami persoalan atau menyampaikan gagasan. Seorang pemimpin juga perlu menunjukkan jalan dan menjalankan pengetahuan yang dimilikinya melalui tindakan.

Baca Juga:  Kemenko PMK Apresiasi UKS SMAN 2 Kota Malang, Akan Dijadikan Proyek Percontohan Nasional

“Pemimpin adalah orang yang mengetahui jalan, menunjukkan jalan, dan menempuh jalan itu,” ujarnya.

Semangat tersebut sejalan dengan program Diktisaintek Berdampak yang mendorong mahasiswa menghasilkan karya dan kontribusi bagi masyarakat. Tantangan berikutnya ialah menerjemahkan gagasan yang muncul dalam forum menjadi langkah nyata, sehingga persoalan daerah tidak berhenti sebagai bahan diskusi, tetapi memperoleh solusi yang dapat dirasakan masyarakat.

Informasi mengenai pendidikan dan pengembangan kepemimpinan mahasiswa menjadi relevan bagi perguruan tinggi, termasuk di Malang Raya. Dalam konteks yang lebih luas, kepemimpinan menuntut kemampuan mengarahkan orang lain sekaligus bertanggung jawab atas tindakan yang diambil.