Tekno  

Microsoft Investasi US$1,7 Miliar di Indonesia, Pemerintah Soroti Transfer Teknologi

Menkomdigi Meutya Hafid bertemu President Microsoft Global Affairs Lisa Monaco di New York untuk membahas investasi dan kerja sama digital Indonesia. (Foto: Komdigi)

SUARAMALANG.COM – Microsoft berkomitmen menginvestasikan US$1,7 miliar di Indonesia untuk pengembangan infrastruktur cloud, kecerdasan artifisial (AI), dan ekosistem digital. Pemerintah Indonesia berharap investasi tersebut tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi turut meningkatkan kapasitas teknologi nasional melalui transfer pengetahuan, pengembangan talenta, dan penguatan industri digital.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan bilateral dengan President Microsoft Global Affairs Lisa Monaco di New York, Amerika Serikat, Rabu, 23 September 2026. Pemerintah juga membahas keamanan siber, tata kelola AI, serta perlindungan anak di ruang digital dalam pertemuan tersebut. Kementerian Komunikasi dan Digital menyebut investasi itu diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi kapasitas teknologi Indonesia.

Investasi Microsoft Diharapkan Perkuat Kapasitas Nasional

Meutya mengapresiasi komitmen investasi Microsoft, khususnya untuk infrastruktur cloud dan AI. Namun, pemerintah ingin investasi teknologi global juga menciptakan dampak terhadap kemampuan pelaku teknologi di dalam negeri.

“Kami apresiasi komitmen investasi Microsoft sebesar USD 1,7 miliar di Indonesia, khususnya dalam infrastruktur cloud dan AI, serta kontribusinya dalam memperkuat ekosistem digital Indonesia,” ujar Meutya.

Menurut Meutya, pertumbuhan ekonomi digital membutuhkan infrastruktur yang tangguh dan inklusif. Karena itu, Indonesia ingin berkembang bukan hanya sebagai pasar bagi perusahaan teknologi global, tetapi juga menjadi bagian dari pusat pengembangan infrastruktur dan inovasi digital di kawasan.

“Kami berharap Indonesia dapat semakin menjadi bukan hanya pasar penting bagi Microsoft, tetapi juga pusat strategis infrastruktur digital dan inovasi di kawasan,” katanya.

Kolaborasi tersebut diharapkan membuka ruang bagi institusi, pelaku usaha, pengembang, dan perusahaan teknologi Indonesia untuk mengakses pengetahuan serta keahlian teknologi global.

Baca Juga:  HP Lemot Jangan Asal Reset Pabrik, Kenali Waktu yang Tepat

Pemerintah juga mendorong keterkaitan antara pengembangan keterampilan digital dan kebutuhan industri. Targetnya bukan hanya menambah jumlah masyarakat yang memiliki keterampilan digital, tetapi juga memperkuat jumlah pengembang, inovator, insinyur, dan pemimpin digital Indonesia.

“Tujuan kami bukan hanya meningkatkan jumlah masyarakat yang memiliki keterampilan digital, tetapi juga mengembangkan lebih banyak pengembang, inovator, insinyur, dan pemimpin digital Indonesia,” tutur Meutya.

Cloud, AI hingga Tata Kelola Teknologi Dibahas

Investasi Microsoft tersebut mencakup pengembangan infrastruktur cloud dan AI. Pemerintah dan Microsoft juga membahas keamanan siber serta tata kelola teknologi yang bertanggung jawab.

Di bidang AI, pemerintah sedang menyiapkan kerangka tata kelola nasional melalui rancangan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan dan Etika AI. Kerangka tersebut diarahkan untuk memberikan kepastian bagi pengembangan AI yang aman, etis, inklusif, dan bertanggung jawab.

“Kami ingin memastikan bahwa regulasi tidak menghambat inovasi, tetapi justru memberikan perlindungan dan kepastian yang tepat agar AI dapat berkembang secara bertanggung jawab,” jelas Meutya.

Dalam laman resminya, Microsoft juga mencantumkan investasi US$1,7 miliar sebagai bagian dari pengembangan ambisi cloud dan AI Indonesia. Perusahaan menyediakan informasi mengenai pengembangan pusat data, keterampilan digital, serta peluang kerja lokal di Indonesia.

Microsoft juga melaporkan bahwa program Microsoft Elevate telah melatih lebih dari 2,4 juta orang di Indonesia dalam keterampilan AI selama dua tahun terakhir dan menerbitkan lebih dari 1,5 juta kredensial. Data tersebut merupakan laporan Microsoft mengenai program pengembangan talenta yang dijalankannya. Microsoft

Baca Juga:  Kemewahan Titanium Mewarnai Xiaomi 14 Ultra: Simak Spek Dewa dan Harganya yang Menggoda!

Perlindungan Anak Masuk dalam Pembahasan Investasi Digital

Pertemuan Meutya dan Lisa Monaco juga membahas perlindungan anak di ruang digital serta implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Meutya mendorong Microsoft memperkuat penerapan prinsip safety-by-design, yakni memasukkan aspek keamanan sejak tahap perancangan teknologi. Pendekatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari pengembangan teknologi yang semakin banyak digunakan masyarakat.

“Ke depan, kami ingin memperdalam komitmen Microsoft terhadap Indonesia melalui investasi infrastruktur digital, transfer teknologi dan pengetahuan, pengembangan talenta digital, serta kolaborasi yang lebih kuat untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak-anak Indonesia,” ujar Meutya.

Investasi US$1,7 miliar tersebut dengan demikian tidak hanya berkaitan dengan penambahan kapasitas infrastruktur digital. Pemerintah juga mengaitkannya dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia, penguatan industri nasional, tata kelola AI, keamanan teknologi, dan perlindungan masyarakat.

Meutya mengatakan kemitraan dengan Microsoft diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan kapabilitas dan daya saing digital Indonesia menuju agenda Indonesia Emas 2045.