Tekno  

Teknologi Digital Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lansia di Tiongkok

Teknologi Digital Memperluas Peluang Bagi Lansia. (Foto: Istimewa)

SUARAMALANG.COM – Teknologi digital mulai membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat lanjut usia di Tiongkok. Lebih dari 117 juta penduduk berusia 60 tahun ke atas kini terlibat dalam aktivitas konsumsi digital, sekaligus mendorong tumbuhnya pasar produk dan layanan khusus lansia.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa kelompok lansia tidak lagi hanya menjadi pengguna pasif teknologi. Mereka mulai memanfaatkan platform digital untuk belajar, bersosialisasi, menikmati hiburan, hingga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pemerintah dan pelaku industri di Tiongkok melihat perubahan ini sebagai bagian dari perkembangan silver economy atau ekonomi perak. Ekosistem tersebut mencakup aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat lanjut usia.

161 Juta Lansia Masuk ke Dunia Digital

Di sejumlah kota Tiongkok, penggunaan ponsel telah menjadi bagian dari rutinitas banyak pensiunan. Mereka mengakses platform digital yang menyediakan berbagai kegiatan, mulai dari pembelajaran keterampilan hingga aktivitas sosial.

Hongsong Technology, perusahaan yang mengembangkan aplikasi khusus lansia, telah memiliki lebih dari 1 juta pengguna berbayar untuk kelas keterampilan daring. Materinya mencakup merangkai bunga, kaligrafi, hingga membuat video pendek untuk media sosial.

Aktivitas tersebut tidak hanya memberikan hiburan. Penelitian Laboratorium Penuaan Universitas Normal Beijing menunjukkan bahwa pembelajaran daring secara aktif dapat membantu memenuhi kebutuhan akan kemandirian, meningkatkan kemampuan kognitif, dan memperluas hubungan sosial lansia.

Teknologi akhirnya berfungsi sebagai jembatan sosial bagi kelompok usia lanjut. Penggunaan platform digital dapat membantu mengurangi rasa kesepian sekaligus menjaga aktivitas mental.

117 Juta Lansia Jadi Konsumen Digital

Besarnya jumlah pengguna lansia mulai menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas. Data yang dikutip Kementerian Sains dan Teknologi Vietnam menyebut lebih dari 117 juta penduduk Tiongkok berusia 60 tahun ke atas telah berpartisipasi dalam aktivitas konsumsi digital.

Baca Juga:  Rahasia Melacak HP Hilang: Mati atau Menyala, Tetap Bisa Ditemukan!

Kelompok tersebut ikut berkontribusi terhadap pasar konsumsi digital nasional yang mencapai 9.370 miliar yuan. Angka ini menunjukkan bahwa kebutuhan lansia mulai menjadi faktor penting dalam perkembangan industri teknologi dan konsumsi digital Tiongkok.

Permintaan tersebut kemudian mendorong perusahaan mengembangkan perangkat yang dirancang khusus untuk kebutuhan lansia. Produk yang muncul tidak hanya berkaitan dengan komunikasi, tetapi juga mobilitas dan kemandirian di rumah.

Sejumlah produk yang berkembang mencakup alat bantu mobilitas berbasis AI, tongkat pintar dengan fitur peringatan bahaya, serta kursi roda listrik yang menggunakan radar untuk menghindari rintangan secara otomatis.

AI Bantu Lansia Lebih Mandiri di Rumah

Teknologi AI dan perintah suara juga membantu mengurangi hambatan fisik yang sering dihadapi lansia. Tangan yang gemetar atau penglihatan yang menurun tidak lagi selalu menjadi penghalang untuk mengoperasikan perangkat rumah tangga.

Perkembangan tersebut memperlihatkan perubahan arah industri teknologi. Produk tidak lagi hanya mengejar fitur sebanyak mungkin, tetapi mulai menyesuaikan desain dengan kemampuan dan kebutuhan pengguna lanjut usia.

Pengalaman Tiongkok menunjukkan setidaknya tiga pendekatan penting untuk mempersempit kesenjangan digital lansia. Produk perlu memberikan manfaat yang jelas, memiliki desain sederhana, dan tetap menyediakan dukungan di luar layanan digital.

Produk Ramah Lansia Jadi Kunci Ekonomi Digital

Pertama, teknologi harus menawarkan manfaat yang dirasakan langsung oleh lansia. Hiburan, interaksi sosial, dan pembelajaran menjadi sejumlah alasan yang dapat mendorong mereka menggunakan teknologi secara mandiri.

Kedua, perusahaan perlu menyediakan antarmuka yang benar-benar ramah lansia. Huruf berukuran besar, kontras tinggi, langkah penggunaan yang lebih sedikit, serta integrasi perintah suara dapat membantu mengurangi hambatan saat menggunakan perangkat.

Baca Juga:  10 HP Paling Kencang Januari 2024: Snapdragon 8 Gen 3 vs Dimensity 9300

Ketiga, layanan digital tetap perlu didukung pengalaman langsung. Lansia masih membutuhkan tempat untuk mencoba produk atau bantuan dari komunitas karena sebagian pengguna khawatir perangkat rusak atau menjadi korban penipuan daring.

Ekonomi Perak Tiongkok Diproyeksikan Capai 19 Triliun Yuan

Potensi pasar lansia diperkirakan akan terus membesar seiring perubahan demografi Tiongkok. Pemerintah Tiongkok juga telah menempatkan ekonomi perak sebagai salah satu bagian dari strategi menghadapi populasi yang menua.

Sumber Kementerian Sains dan Teknologi Vietnam memperkirakan ukuran ekonomi perak Tiongkok dapat mencapai 19.000 miliar yuan pada 2035. Nilai tersebut disebut setara dengan 28 persen dari total konsumsi nasional.

Proyeksi tersebut memperlihatkan bahwa penuaan penduduk tidak hanya menghadirkan tantangan sosial. Jika industri mampu menyediakan teknologi yang mudah digunakan dan sesuai kebutuhan, kelompok lansia juga dapat menjadi kekuatan baru bagi pertumbuhan ekonomi.

Transformasi digital yang inklusif pada akhirnya tidak sekadar membantu lansia menggunakan teknologi. Langkah tersebut juga membuka pasar baru, mendorong inovasi produk, dan menciptakan ekosistem ekonomi yang menyesuaikan diri dengan masyarakat yang semakin menua.

Iklan
Iklan