Total Hotspot Karhutla di 6 Provinsi Capai 1.468 Titik, Terbanyak di Kalteng

Petugas melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan melalui operasi pemadaman dari udara menggunakan helikopter water bombing. BNPB mencatat 1.468 titik panas karhutla di enam provinsi hingga 5 November 2026. (Foto: Dok. BNPB)

SUARAMALANG.COM, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.468 titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebar di enam provinsi di Indonesia. Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan jumlah tersebut terpantau bersamaan dengan luas lahan mencapai 2.645 hektare yang masih dalam penanganan.

“Terpantau ada 1.468 titik (panas) dan ada 2.645 hektare lahan dalam penanganan. Kalimantan Tengah adalah kasus yang paling menonjol dan provinsi ini mencatat ada 821 titik panas atau naik sebesar 93 persen dari hari kemarin,” ujar Berton dalam konferensi pers, Kamis (5/11/2026).

Berdasarkan data BNPB, Kalimantan Tengah mencatat 821 titik panas. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan lima provinsi lainnya yang juga mengalami karhutla.

Selain Kalteng, titik panas terpantau di Papua Selatan sebanyak 306 titik, Kalimantan Timur 170 titik, Sulawesi Tengah 68 titik, Sulawesi Tenggara 54 titik, dan Nusa Tenggara Timur 49 titik.

Luas Lahan dalam Penanganan di Kalteng Naik 147 Persen

Selain jumlah hotspot, BNPB juga memantau perkembangan luas lahan yang masih dalam penanganan. Di Kalimantan Tengah, luas lahan tersebut mencapai 1.641 hektare atau meningkat 147 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Baca Juga:  Ribuan Eks Buruh PT Sritex Geruduk Kantor Gubernur Jateng, Tuntut Pesangon 10.965 Pekerja Belum Cair

Berton menjelaskan, perkembangan luas lahan dalam penanganan di sejumlah provinsi menunjukkan arah yang berbeda. Kenaikan terjadi di Kalimantan Tengah sebesar 147 persen dan Kalimantan Timur sebesar 53 persen.

Sementara itu, Papua Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah mengalami penurunan luas lahan dalam penanganan dengan kisaran 20 hingga 50 persen.

Di luar enam provinsi tersebut, BNPB juga menemukan titik panas di sejumlah wilayah lain, antara lain Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku.

BNPB Kerahkan 46 Alutsista untuk Penanganan Karhutla

Dalam penanganan karhutla, BNPB juga melaporkan upaya pemadaman di Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Lahan terdampak di wilayah tersebut tercatat seluas 5,5 hektare.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim terkait telah melakukan asesmen, berkoordinasi dengan aparat setempat, serta memberikan dukungan penyiraman air sesuai kebutuhan pemadaman.

Untuk memperkuat penanganan karhutla di berbagai daerah, pengerahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) mencapai 46 unit. Jumlah tersebut terdiri atas 18 pesawat untuk operasi modifikasi cuaca (OMC) dan 28 helikopter yang digunakan untuk water bombing atau pemadaman melalui penjatuhan air dari udara.

Baca Juga:  Peneliti ISESS Desak Presiden Batalkan Perpol 10/2025 Dinilai Inkonstitusional

Dari total 46 unit tersebut, sebanyak 32 unit berasal dari BNPB, 10 unit dari TNI, dan empat unit lainnya dari instansi atau pihak terkait.

Data BNPB tersebut menunjukkan Kalimantan Tengah masih menjadi wilayah yang paling menonjol dalam perkembangan karhutla berdasarkan jumlah hotspot dan luas lahan yang sedang ditangani. Pemantauan serta upaya pemadaman terus dilakukan di sejumlah provinsi terdampak.