Iklan

Campak Mulai Menjangkiti Kota Malang, Dinkes Siapkan Imunisasi Massal

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Kasus campak terdeteksi di sejumlah wilayah Kota Malang. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat langsung bergerak cepat dengan menggencarkan imunisasi untuk mencegah penularan meluas, terutama pada anak-anak.

Berdasarkan pemantauan terbaru, sebaran kasus campak ditemukan di tiga kelurahan yang berada di dua kecamatan berbeda. Langkah respons imunisasi pun mulai dipersiapkan sejak awal Februari 2026.

Iklan

Dinkes Kota Malang mencatat kasus campak muncul di Kelurahan Buring dan Kelurahan Kedungkandang, Kecamatan Kedungkandang. Sementara satu wilayah lainnya berada di Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, Miefta Eti Winindar, menjelaskan kasus-kasus tersebut memiliki keterkaitan secara epidemiologi.

“Dan di Kelurahan Tanjungrejo positif tiga orang, yang memiliki hubungan epidemiologi dua orang,” ujar Miefta Eti, dikutip Minggu (1/2/2026).

Ia merinci, di Kelurahan Buring terdapat dua orang yang terkonfirmasi positif dengan hubungan epidemiologi. Hal serupa juga terjadi di Kelurahan Kedungkandang dengan dua kasus positif yang saling berkaitan.

Untuk membendung penyebaran lebih luas, Dinkes akan memusatkan pelaksanaan imunisasi respons kejadian luar biasa atau outbreak response immunization (ORI) di ketiga kelurahan tersebut.

Program ini ditargetkan menjangkau puluhan ribu anak di Kota Malang.
Menurut Miefta Eti pelaksanaan ORI untuk campak nantinya ditargetkan menyasar 23.446 anak dengan rentang usia sembilan bulan sampai dengan usia kurang dari 13 tahun. Program ini akan mulai berjalan pada awal Febuari 2026 mendatang.

“Khusus untuk ORI campak ditujukan untuk pembentukan kekebalan secara cepat dan pemutusan rantai penularan campak yang lebih luas, sehingga imunisasi ini diberikan tanpa melihat status imunisasi sebelumnya,” kata Miefta.

Artinya, imunisasi tetap diberikan meskipun anak sudah pernah mendapatkan vaksin campak sebelumnya.

Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif menambahkan, imunisasi ini juga menjadi strategi agar kekebalan kelompok atau herd immunity bisa segera tercapai.

“Kalau 75 persen minimal tervaksinasi semua, maka tercapai heart immunity itu mengurangi resiko penularan. Imunisasi pada 6 Februari 2026,” imbuh Husnul terpisah.

Dengan cakupan vaksinasi tinggi, potensi penularan campak dapat ditekan secara signifikan.

Husnul menjelaskan, penyebaran campak bisa dipicu oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah status imunisasi yang belum lengkap, ditambah kondisi gizi anak yang kurang baik serta lingkungan yang kurang sehat.

“Campak itu gejalanya, di antaranya ada panas (demam) dan munculnya ruam khas pada bagian belakang telinga yang kemudian akan menyebar ke area wajah hingga ke pundak belakang, ada bintik-bintik merah,” tutup Husnul.

Sumber: detik jatim

Iklan
Iklan
Iklan