SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Atap gedung Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Ampelgading yang berlokasi di Desa Tirtomarto ambruk pada Minggu (29/3/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB setelah wilayah Kecamatan Ampelgading diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga deras selama dua hari berturut-turut.
Kepala Desa Tirtomarto, Joni Suhariyanto, mengatakan bahwa berdasarkan keterangan penjaga sekolah, tanda-tanda kerusakan sudah terlihat sebelum atap runtuh.
“Sebelum kejadian tersebut memang setiap hari cuacanya hujan dengan intensitas sedang hingga deras selama dua hari belakangan ini,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono, menjelaskan bahwa awalnya penjaga sekolah melihat genteng jatuh satu per satu sebelum akhirnya ambruk secara tiba-tiba.
“Awalnya pejaga sekolah melihat genteng jatuh satu persatu dan selang beberapa waktu kemudian tiba-tiba genteng ambruk secara cepat,” kata Sadono.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke BPBD Kabupaten Malang sekitar pukul 12.10 WIB untuk segera dilakukan penanganan.
Tiga Ruang Kelas Terdampak
Akibat insiden tersebut, tiga ruang kelas XII mengalami kerusakan cukup parah.
Kerusakan meliputi bagian atap, plafon, jendela, hingga perabotan seperti lemari, meja, dan kursi yang berada di dalam ruangan.
“Ada tiga ruang kelas yang atapnya rubuh akibat hujan selama dua hari dengan intesitas ringan hingga deras di Desa Tirtomarto,” imbuh Joni.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena kejadian berlangsung saat aktivitas sekolah belum dimulai.
Kerugian material akibat ambruknya atap gedung tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp 200 juta.
“Tidak ada korban jiwa, untuk kerugian materiil sementara ini diperkirakan mencapai kurang lebih Rp 200 juta,” tuturnya.
Penanganan dan Koordinasi
Sejumlah pihak telah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal, di antaranya BPBD Kabupaten Malang, PMI, Dinas Pendidikan, Muspika Ampelgading, Pemerintah Desa Tirtomarto, serta relawan dan warga sekitar.
Saat ini proses pembersihan masih berlangsung secara bertahap karena kondisi lokasi belum sepenuhnya aman.
Pihak sekolah juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk pendataan serta percepatan perbaikan.
Meski terjadi kerusakan pada beberapa ruang kelas, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dipastikan tetap berjalan.
Hal tersebut mengacu pada hasil peninjauan awal dari dinas terkait yang akan dilanjutkan pada Senin (30/3/2026).























