SUARAMALANG.COM, Kota Malang–Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Brawijaya (UB) Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP. menyatakan kesiapan kampus dalam mengikuti arahan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti) untuk beralih ke perkuliahan daring. Ia menjelaskan kepada awak media pada Kamis, (9/4/2026), bila Rektor UB Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc. merilis surat edaran guna merespons kebijakan ini.
“Secara umum, UB merespons kebijakan Mendikti secara apresiatif dan proaktif. Rektor menindaklanjuti dengan menerbitkan surat edaran terkait penyesuaian pola kerja, termasuk pelaksanaan pembelajaran. Di mana kampus tetap melaksanakan kegiatan luring untuk aktivitas yang memerlukan kehadiran langsung, serta menerapkan pembelajaran daring untuk kegiatan yang dapat dilakukan secara fleksibel,” jelas Prof. Imam.
Sesuai arahan Mendikti, kegiatan luring di UB diprioritaskan bagi mahasiswa semester satu hingga empat, serta mereka yang mengikuti praktikum atau kegiatan yang memerlukan kehadiran langsung. Sementara itu, untuk mahasiswa semester lima ke atas dan kegiatan akademik seperti seminar maupun pembimbingan, dapat dilaksanakan secara daring. Kebijakan ini sebagai bentuk persiapan Indonesia dalam menghadapi kemungkinan krisis energi akibat eskalasi perang di kawasan Timur Tengah.
Kebijakan tersebut diambil karena semester satu hingga empat merupakan tahap peletakan fondasi keilmuan. Pada tahap ini, mahasiswa membutuhkan bimbingan intensif serta interaksi aktif dengan dosen agar dapat memahami konsep-konsep dasar sebagai bekal pengembangan keilmuan selanjutnya. Sementara itu, pada semester lima ke atas, pembelajaran berfokus pada pengembangan keahlian sesuai kurikulum yang telah ditempuh
UB memahami risiko penerapan kebijakan ini, seperti potensi learning loss atau penurunan capaian akademik yang sempat terjadi pada masa pandemi Covid-19. Untuk mengantisipasi hal tersebut, dilakukan penyesuaian dalam pelaksanaannya. Kegiatan yang membutuhkan interaksi intensif akan tetap dilaksanakan secara luring.
“Saya sangat memahami (risikonya), karena itu arahan Pak Menteri dan Pak Rektor untuk kegiatan-kegiatan yang membutuhkan intensitas tinggi dalam interaksi antara dosen dan mahasiswa harus dilakukan di kampus, seperti praktikum, studio, atau penelitian yang harus tetap dilakukan di laboratorium,” lanjutnya.
Kewenangan peraturan kegiatan luring dan daring diserahkan kepada fakultas. Karena setiap program studi memiliki karakteristik yang berbeda, termasuk penentuan mata kuliah atau kegiatan tertentu yang harus dilaksanakan secara luring.
Kehadiran kebijakan ini tidak akan serta merta mengubah kurikulum yang sudah ada. Hal ini berlaku karena yang berubah adalah media pembelajaran, bukan capaian pembelajaran.
Kebijakan ini berdasarkan Surat Edaran Rektor Nomor 01096/DST/UN10/B/TU/2026 tentang Implementasi Surat Edaran Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 2 Tahun 2026 yang berlaku mulai tanggal 7 April 2026.
Surat edaran tersebut turut mengatur pelaksanaan kegiatan administrasi bagi karyawan dan dosen. Kegiatan rapat yang tidak memerlukan kehadiran langsung diimbau dilaksanakan secara daring, serta adanya efisiensi perjalanan dinas dalam dan luar negeri. Selain itu, Sekretaris Universitas tengah menyiapkan kebijakan car free day yang saat ini masih dalam tahap perumusan dan diharapkan dapat mulai diimplementasikan dalam waktu dekat.
“As soon as possible dalam minggu ini (akan dimulai penyesuaiannya), setelah terbit edaran Rektor. Harapannya adalah setiap elemen di kampus, mulai dari mahasiswa, dosen, dan lainnya dapat melaksanakan kebijakan ini dengan baik,” katanya.
Pelaksanaan kebijakan ini akan terus dilakukan hingga kondisi dinilai aman dan stabil, termasuk tidak adanya potensi kenaikan harga BBM dan energi. UB akan menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat serta arahan Menteri, disertai proses review dan evaluasi terhadap efektivitas pelaksanaannya.
“Evaluasi akan dilakukan secara berkala, misalnya setelah satu bulan pelaksanaan, untuk melihat perkembangan dan menentukan langkah selanjutnya,” tutupnya. (PAS/MIT)























