Pemerintah Kabupaten Malang-Ucapan Idul Fitri

Gas Jatim Melimpah, DPR Dorong Maksimalisasi demi Tekan Impor LPG

Iklan

SUARAMALANG.COM, Nasional – Pasokan gas bumi di Jawa Timur terus menguat dan menarik perhatian DPR RI. Wilayah ini menjadi kunci strategi energi nasional.

Pemerintah kini mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai tulang punggung transisi energi. Stabilitas produksi dan distribusi jadi fokus utama.

Iklan

Pasokan Besar, Jatim Jadi Andalan
Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) dan Banyu Urip menyumbang pasokan besar. Keduanya beroperasi di bawah Pertamina EP Cepu.

Selain itu, Blok Cepu yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited ikut memperkuat suplai. Total pasokan mencapai sekitar 172 BBTUD.

Angka ini menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu lumbung gas nasional. Perannya terus meningkat dalam menjaga ketahanan energi.

Integrasi Hulu-Hilir Jadi Kunci
Kepala BPH Migas Wahyudi menegaskan pentingnya integrasi sektor hulu dan hilir. Langkah ini menjaga kesinambungan pasokan energi.

“Mengintegrasikan produksi gas dari hulu dengan pemanfaatannya di hilir menjadi fokus kami,” ujar Wahyudi beberapa waktu lalu.

Ia menyebut, laporan terkini menunjukkan pemanfaatan gas domestik terus meningkat. Jawa Timur menjadi salah satu contoh nyata.

Distribusi Lancar, Konsumen Aman
Wahyudi memastikan seluruh rantai pasok berjalan optimal. Distribusi menjangkau rumah tangga hingga sektor industri.

Realisasi penyaluran gas bumi mencapai 440,33 BBTUD pada akhir 2025. Angka ini mencerminkan tingginya kebutuhan energi.

“Kami menjaga keandalan pasokan agar tidak mengganggu konsumen, terutama yang bergantung pada satu sumber,” tegasnya.

Pipa Terintegrasi, Potensi Masih Besar
Infrastruktur pipa transmisi di Pulau Jawa sudah terhubung dengan baik. Namun, kapasitasnya masih bisa dioptimalkan.

Optimalisasi ini membuka peluang peningkatan produksi gas. Distribusi dapat menjangkau Jawa Tengah hingga Jawa Barat.

“Pipa transmisi sudah siap, dan konsumen siap menyerap gas dari Jawa Timur,” jelas Wahyudi.

Tekan Impor LPG
BPH Migas mendorong perluasan jaringan gas rumah tangga. Langkah ini dinilai efektif mengurangi ketergantungan LPG impor.

“Pemanfaatan gas bumi yang optimal bisa menekan kebutuhan LPG yang masih didominasi impor,” ujar Wahyudi.

Ia juga meminta SKK Migas dan KKKS meningkatkan produksi gas. Upaya ini penting untuk menjaga pasokan nasional.

DPR Soroti Target Produksi
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto menilai JTB dan Banyu Urip sangat strategis. Keduanya menopang suplai energi nasional.

“Kita harus memastikan sektor hulu tetap berproduksi optimal,” kata Sugeng.

Ia menyebut target produksi JTB ke depan mencapai 192 MMSCFD. Angka ini diharapkan memperkuat pasokan energi.

Kolaborasi dan Inovasi Energi
Sugeng juga mendorong inovasi seperti Enhanced Oil Recovery. Teknologi ini bisa meningkatkan produksi migas nasional.

Sementara itu, Sekretaris SKK Migas Luky Yusgiantoro menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

“Kunjungan ini membuka dialog antara parlemen dan pelaku usaha untuk meningkatkan lifting migas,” ujarnya. Ia optimistis sinergi ini mampu mendorong swasembada energi pada 2030.

Iklan
Iklan
Iklan