SUARAMALANG.COM, Nasional – TNI langsung memperketat pengamanan kawasan PT Freeport Indonesia di Mimika, Papua Tengah. Langkah ini merespons teror beruntun dari Organisasi Papua Merdeka.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen Lucky Avianto, turun langsung ke lapangan, Kamis (16/4). Ia meninjau titik rawan dengan perlengkapan tempur lengkap.
Kunjungan itu menyasar Rest Area Mile 50 hingga lokasi penyerangan karyawan. TNI ingin memastikan kondisi benar-benar terkendali.
“TNI mengambil langkah antisipatif dan terukur dengan memperkuat seluruh titik pos keamanan,” kata Lucky. Ia menegaskan stabilitas kawasan jadi prioritas.
Pasukan Ditambah, Alutsista Dimodernisasi
TNI meningkatkan jumlah dan kesiapan personel di seluruh titik strategis. Pos keamanan juga diperkuat untuk menghadapi potensi serangan.
Modernisasi alat utama sistem persenjataan terus dilakukan. Langkah ini untuk mengantisipasi berbagai ancaman di wilayah tambang.
Kendaraan tempur taktis seperti panser Anoa buatan PT Pindad disiagakan. Rantis ditempatkan di sejumlah titik krusial.
Patroli terpadu dilakukan secara intens setiap hari. Pengawasan diperketat untuk mencegah gangguan keamanan.
Libatkan Tokoh Lokal, Keamanan Diperkuat
TNI juga memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum. Kolaborasi diperluas hingga tokoh adat dan tokoh agama.
Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas jangka panjang. Keamanan tidak hanya mengandalkan kekuatan militer.
“Langkah ini kami lakukan secara konsisten dan semakin intens setiap harinya,” ujar Lucky. Ia memastikan situasi tetap kondusif.
TNI menegaskan komitmennya menjaga objek vital nasional. Kawasan Freeport menjadi salah satu prioritas utama.
Teror OPM Telan Korban Jiwa
Serangan terbaru OPM menewaskan karyawan Freeport, Simson Mulia (48). Insiden terjadi pada 11 Maret 2026.
Peristiwa itu berlangsung di tambang terbuka Grasberg, Distrik Tembagapura. Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan di wilayah tersebut.
Sebelumnya, TNI menyelamatkan 18 pekerja yang terjebak selama tiga hari. Mereka berada di Pos Tower 270 dalam ancaman kelompok bersenjata.
Operasi berlangsung dua hari dengan medan berat. Evakuasi berhasil dilakukan tanpa korban tambahan.
Jaga Investasi dan Stabilitas Papua
Penguatan pengamanan diharapkan menjaga iklim investasi tetap stabil. Aktivitas industri strategis harus terus berjalan.
TNI juga ingin memastikan pembangunan di Papua tidak terganggu. Stabilitas keamanan menjadi kunci utama.
“Ini kewajiban TNI sebagai garda terdepan menjaga kedaulatan,” tegas Lucky. Ia menutup dengan komitmen menjaga Papua tetap aman.























