SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Banjir kiriman yang terus berulang mulai menekan kehidupan warga Kedungkandang, Kota Malang. Dalam sebulan terakhir, air datang berkali-kali tanpa jeda yang cukup.
Warga harus bersiap setiap kali hujan deras mengguyur wilayah hulu. Kekhawatiran muncul karena banjir bisa datang sewaktu-waktu.
Warga Mulai Kelelahan Hadapi Banjir
Frekuensi banjir yang tinggi membuat warga mulai kelelahan. Dalam satu bulan, kejadian bahkan bisa terjadi hingga lima kali.
Kondisi ini mengganggu aktivitas harian masyarakat. Tidak sedikit warga yang harus membersihkan rumah berulang kali.
Banjir kiriman kini bukan lagi peristiwa musiman, tetapi ancaman rutin.
Wali Kota Malang Tinjau Langsung Lokasi
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat turun langsung meninjau wilayah terdampak. Ia ingin memastikan kondisi di lapangan secara langsung.
“Ini saya ingin melihat secara langsung, istilahnya banjir kiriman. Karena ini berdampak, kita akan cari solusinya,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Peninjauan ini menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan ke depan.
Penanganan Butuh Kolaborasi
Menurut Wahyu, banjir kiriman tidak bisa ditangani sendiri oleh pemerintah kota. Diperlukan kerja sama lintas sektor.
Hal ini karena Sungai Amprong berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. Pengelolaannya dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
“Kita harus duduk bersama. Ini kewenangannya pusat, jadi perlu rapat lintas sektor,” jelasnya.
Sungai Menyempit dan Sedimentasi Tinggi
Dari hasil identifikasi, penyebab banjir cukup beragam. Curah hujan tinggi di wilayah hulu menjadi faktor utama.
Namun, kondisi sungai juga memperparah situasi. Penyempitan akibat bangunan di bantaran menghambat aliran air.
Selain itu, sedimentasi yang tinggi membuat kapasitas sungai menurun. Air pun lebih mudah meluap saat debit meningkat.
“Yang jelas ada penyempitan, sedimentasi tinggi, dan hambatan aliran,” imbuh Wahyu.
Langkah Cepat untuk Kurangi Dampak
Sebagai langkah awal, Pemkot Malang akan melakukan pengerukan sedimentasi. Upaya ini bertujuan memperlancar aliran air.
Penanganan darurat juga disiapkan untuk mengantisipasi banjir berikutnya. Langkah ini diharapkan bisa mengurangi dampak dalam waktu dekat.
Rencana Jangka Panjang Disiapkan
Selain langkah cepat, Pemkot juga menyiapkan solusi jangka panjang. Salah satunya pembangunan embung.
Embung akan berfungsi menampung air dari hulu saat hujan tinggi. Air kemudian dilepas secara bertahap setelah kondisi aman.
“Ke depan kita rencanakan embung, supaya air tidak langsung masuk ke sungai,” kata Wahyu.
Penataan Bantaran dan Peran Warga
Penataan bantaran sungai menjadi fokus penting. Pengawasan terhadap bangunan yang mempersempit aliran akan diperketat.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau lebih peduli terhadap pengelolaan sampah. Sampah yang menumpuk dapat memperparah banjir.
Harapan Akan Solusi Nyata
Warga Kedungkandang berharap ada solusi nyata yang segera dirasakan. Banjir yang terus berulang membuat mereka hidup dalam ketidakpastian.
Pemkot Malang menilai, persoalan ini membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah daerah, pusat, dan masyarakat. Dengan langkah bertahap, diharapkan tekanan akibat banjir kiriman bisa berkurang.























