SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Pemerintah Kota Malang mulai mengakselerasi pertumbuhan investasi melalui sektor perhotelan. Lima proyek hotel baru muncul dalam berbagai tahap perizinan hingga pembangunan.
Kehadiran proyek tersebut memperkuat optimisme pemerintah daerah untuk mencapai target investasi tahun 2026. Sektor pariwisata dan jasa dinilai masih menjadi magnet utama penanaman modal.
Lima Lokasi Strategis Mulai Dikembangkan
Kepala DPMPTSP Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, menyebut salah satu proyek berada di Jalan Cokroaminoto. Proyek itu dikenal sebagai Java Dwipa Hotel dan saat ini tengah mengurus Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Selain itu, Luminor Hotel dan Dinoyo Oasis Apartment juga masuk dalam daftar proyek strategis. Kedua proyek yang berada di kawasan Dinoyo telah menyelesaikan tahap pembayaran retribusi pada awal April.
Proyek Besar Siap Beroperasi Bertahap
Hotel Novotel yang berlokasi di Jalan Letjen Sutoyo dijadwalkan mulai beroperasi pada 2027. Proyek ini menjadi salah satu investasi besar di sektor perhotelan Kota Malang.
Sementara itu, Hotel Aston di kawasan Sigura-gura sudah rampung secara fisik. Pengelola kini hanya menyelesaikan penyesuaian dokumen AMDAL sebelum operasional penuh.
Satu Proyek Masih Tahap Perizinan
Satu proyek hotel lain tengah diajukan di Jalan Tumenggung Suryo, dekat SMPN 5 Kota Malang. Proyek tersebut diperkirakan masuk kategori hotel bintang tiga.
Proses perizinan masih berjalan dan menjadi bagian dari pipeline investasi tahun ini. Pemkot terus memantau agar seluruh tahapan berjalan sesuai regulasi.
Target Rp3,2 Triliun Kian Realistis
Arif menilai kehadiran lima hotel baru akan memberikan kontribusi signifikan terhadap capaian investasi. Pemerintah Kota Malang menargetkan nilai investasi mencapai Rp3,2 triliun pada 2026.
Target itu meningkat dibanding realisasi tahun sebelumnya yang telah menembus Rp3 triliun. Tren pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap Kota Malang terus meningkat.
Efek Ganda: Lapangan Kerja dan Ekonomi Lokal
Investasi hotel tidak hanya berdampak pada angka ekonomi makro. Proyek-proyek tersebut juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
Selain itu, sektor pendukung seperti UMKM, transportasi, dan kuliner diprediksi ikut terdongkrak. Aktivitas ekonomi lokal pun berpotensi semakin hidup seiring bertambahnya kunjungan wisatawan.























