SUARAMALANG.COM, Kota Malang – DPC Partai Gerindra Kota Malang memanfaatkan momentum Iduladha 1447 Hijriah dengan menyembelih 11 ekor sapi dan 15 ekor kambing. Ribuan kilogram daging kurban itu diprioritaskan untuk masyarakat kurang mampu di lima kecamatan Kota Malang.
Ketua Panitia Kurban DPC Gerindra Kota Malang, Abu Bakar mengatakan, total daging kurban yang dihasilkan diperkirakan mencapai 3 hingga 3,5 ton. Seluruh distribusi diarahkan agar manfaatnya lebih banyak diterima kaum dhuafa.
“DPC Partai Gerindra di tahun 2026 ini alhamdulillah berhasil menyembelih 11 sapi dan 15 ekor kambing,” ujar Abu Bakar.
Ia menjelaskan, satu ekor sapi telah disembelih pada Rabu (27/5/2026). Sedangkan 10 ekor sapi lainnya dipotong pada Kamis (28/5/2026).
Sapi Jumbo dari Ketua DPC Gerindra
Beberapa hewan kurban yang disembelih memiliki bobot jumbo. Dua sapi berasal dari Ketua DPC Gerindra Kota Malang, Moreno Soeprapto, dengan berat lebih dari satu ton dan sekitar 900 kilogram.
Selain itu, terdapat sapi kurban dari Fraksi Gerindra DPRD Kota Malang dengan bobot hampir mencapai 900 kilogram. Daging kurban tersebut kemudian dibagikan secara proporsional ke lima kecamatan.
“Insyaallah pembagiannya mudah-mudahan secara proporsional dan adil untuk semuanya,” katanya.
Abu Bakar menegaskan, distribusi tahun ini sengaja difokuskan kepada masyarakat kurang mampu dibanding internal partai. Bahkan anggota Fraksi Gerindra disebut tidak mengambil bagian dari jatah kurban DPC.
“Kita mendahulukan kaum dhuafa. Untuk dari fraksi kita tidak mengambil bagian dari DPC Partai Gerindra karena difokuskan sesuai permintaan Ketua DPC untuk kaum dhuafa,” tegasnya.
Momentum Pengabdian untuk Masyarakat
Menurut Abu Bakar, hewan kurban yang disembelih berasal dari internal partai, pembina hingga simpatisan Gerindra. Ia menyebut Iduladha menjadi pengingat penting tentang semangat pengorbanan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Ini menjadi momen kita bukan sekadar perayaan Iduladha, tapi menggugah kembali semangat pengorbanan. Semangat pengabdian untuk masyarakat Kota Malang,” ungkapnya.
Ia memastikan seluruh proses penyembelihan dan distribusi daging kurban ditargetkan selesai dalam satu hari. Daging kurban langsung disalurkan kepada warga penerima manfaat.
“Ini akan diselesaikan semua hari ini dan segera kita salurkan,” ucapnya.
DPRD Soroti Lambannya Pemotongan di RPH
Di tengah pelaksanaan kurban tersebut, Fraksi Gerindra DPRD Kota Malang juga menyoroti pelayanan di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang yang dikelola Perumda Tunas. Abu Bakar mengaku harus menunggu semalaman hingga menjelang siang untuk menyelesaikan pemotongan 10 ekor sapi.
“Dari jam 9 malam saya di sini, tidak pulang. Kita lihat prosesnya seperti apa. Ternyata memang ada yang perlu dibenahi di RPH ini, terutama soal waktu,” ujarnya.
Menurutnya, lambatnya proses terjadi karena pemotongan tulang masih dilakukan secara manual. Kondisi itu membuat pekerja kewalahan saat menghadapi lonjakan pemotongan hewan kurban.
“Harusnya seperti di RPH Jakarta, sudah pakai alat gerinda pemotong tulang. Kalau bisa dibuat lebih mudah, kenapa harus sulit,” katanya.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti fasilitas umum di RPH yang dinilai belum memadai. Mulai dari petunjuk toilet umum, ruang tunggu hingga kebersihan area pemotongan disebut masih perlu pembenahan.
“Memang momen ini setahun sekali, tapi justru jadi sorotan masyarakat. Kebersihannya harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.
Pemkot Didorong Segera Benahi Manajemen Perumda
Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo menilai antrean panjang di RPH seharusnya dapat diantisipasi lebih awal. Sebab, momentum Iduladha berlangsung rutin setiap tahun.
“Hari Idul kurban ini terjadi tiap tahun, harusnya penumpukan dan lonjakan sudah diantisipasi. Tapi ini belum optimal sehingga antrean panjang terjadi,” ujar Ginanjar.
Ia juga mendorong Pemerintah Kota Malang segera menetapkan manajemen definitif Perumda Tunas. Menurutnya, langkah itu penting agar pembenahan pelayanan dan fasilitas dapat berjalan maksimal.
Sementara itu, Plt Direktur Utama Perumda Tunas Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi mengatakan jumlah sapi yang dipotong di RPH selama Iduladha tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 80 ekor.
“Kalau hari biasa 30 sampai 40 ekor berjalan lancar. Ini memang momen tertentu saja,” kata Slamet.
Ia mengaku terbuka terhadap usulan modernisasi alat pemotongan agar pelayanan di RPH lebih cepat dan efisien pada momentum Iduladha berikutnya.
“Saran itu bagus. Nanti kita lihat kemampuan keuangan untuk membeli alat-alat yang lebih modern,” tandasnya.






















