SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Penemuan jasad bayi laki-laki di saluran irigasi kawasan persawahan Desa Sukonolo, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, memicu penyelidikan kepolisian. Aparat kini berupaya mengungkap siapa yang tega membuang bayi yang diduga baru saja dilahirkan tersebut.
Kasus ini mencuat setelah seorang warga mencium bau menyengat saat berada di sekitar area persawahan, Kamis (2/7). Rasa penasaran membuat saksi mencari sumber bau hingga akhirnya menemukan tubuh bayi mengapung di saluran irigasi.
Temuan itu segera dilaporkan kepada perangkat desa. Informasi kemudian diteruskan ke Polsek Bululawang yang langsung mengerahkan personel ke lokasi bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polres Malang.
Petugas juga melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Bululawang untuk melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian. Proses olah tempat kejadian perkara dilakukan sebelum jasad bayi dievakuasi.
Kasihumas Polres Malang, AKP M. Budiono, mengatakan bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Tali pusarnya juga masih menempel sehingga diduga bayi itu belum lama dilahirkan.
“Hasil pemeriksaan awal, bayi berjenis kelamin laki-laki dengan panjang tubuh sekitar 25 sentimeter dan tali pusar masih menempel. Selanjutnya jenazah dievakuasi ke RSUD Kanjuruhan untuk dilakukan pemeriksaan medis sebagai bagian dari proses penyelidikan,” ujar Budiono, Jumat (3/7).
Polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kematian bayi tersebut. Pemeriksaan medis di RSUD Kanjuruhan diharapkan dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi korban sebelum ditemukan warga.
Di sisi lain, penyidik juga bergerak menelusuri kemungkinan adanya tindak pidana dalam kasus tersebut. Keterangan saksi serta informasi dari masyarakat menjadi bagian penting untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab.
Budiono menegaskan penyelidikan masih terus berlangsung. Polisi melakukan pendalaman di sekitar lokasi penemuan sekaligus mengumpulkan berbagai barang bukti yang dapat mengarah pada pelaku.
“Saat ini penyidik masih mengumpulkan keterangan dari para saksi, melakukan pendalaman di sekitar lokasi penemuan, serta menunggu hasil pemeriksaan medis. Semua temuan akan menjadi bagian dari proses penyelidikan guna mengungkap secara utuh peristiwa tersebut,” pungkasnya.















