Satu Keluarga Kuliah S3 Bersamaan di UM, Risetnya Berbeda

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Empat anggota satu keluarga menempuh studi doktoral secara bersamaan pada Program Studi Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang (UM). Mereka adalah Dr. Amelia Setyawati, Dr. Rayyan Sugangga, Dr. Amelia Sugangga, dan Dr. (cand.) Iradah Rahman yang memulai studi pada semester ganjil 2023.

Meski belajar dalam program studi dan lingkungan akademik yang sama, keempatnya memilih bidang serta lokasi penelitian berbeda. Kebersamaan tersebut justru menjadi sumber dukungan selama menjalani proses studi doktoral yang panjang.

Pendidikan Menjadi Tradisi dalam Keluarga

Amelia Setyawati merupakan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Malang yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan pendidikan tinggi. Putranya, Rayyan Sugangga, bekerja sebagai konsultan teknologi informasi dan aktif di bidang pendidikan.

Sementara itu, Amelia Sugangga merupakan dosen yang juga mengembangkan usaha kecil. Adapun Iradah Rahman, istri Rayyan, memiliki latar belakang dokter hewan dan kini berprofesi sebagai dosen.

Semangat belajar menjadi bagian penting dalam keluarga tersebut. Rayyan mengatakan pendidikan menjadi salah satu benang merah yang menyatukan mereka.

“Ada satu benang merah yang kuat dalam keluarga kami, yaitu pendidikan dan semangat untuk terus belajar,” ungkap Rayyan, dilansir situs UM, Selasa (18/8/2026).

Kebersamaan mereka sebagai mahasiswa doktoral bermula ketika Rayyan dan Iradah mempersiapkan studi S3 di Taiwan melalui jalur beasiswa. Amelia Setyawati kemudian menyarankan keduanya mempertimbangkan Universitas Negeri Malang.

Setelah mempertimbangkan lingkungan akademik, program studi, dan peluang pengembangan keilmuan, Rayyan dan Iradah akhirnya memilih melanjutkan pendidikan doktoral di UM.

Baca Juga:  Universitas Brawijaya Gelar Disability Awareness Session Dorong Kampus Inklusif

Empat Anggota Keluarga Meneliti Bidang Berbeda

Kesamaan program studi tidak membuat keempat anggota keluarga tersebut mengambil fokus penelitian yang sama. Masing-masing memilih objek dan perspektif penelitian berdasarkan bidang yang diminati.

Amelia Setyawati meneliti UMKM di sembilan kawasan wisata religi Wali Songo yang tersebar di Pulau Jawa. Putrinya, Amelia Sugangga, mengambil lokasi penelitian di Bandung, Jawa Barat, dengan fokus pada peran perempuan.

Sementara itu, Iradah melakukan penelitian di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitiannya mencakup Kota Yogyakarta serta sejumlah wilayah di Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Gunungkidul dengan fokus pada pet industry atau industri yang berkaitan dengan hewan peliharaan.

Rayyan memilih Kabupaten Buleleng, Bali Utara, sebagai lokasi penelitian. Ia mengkaji UMKM produsen, khususnya pelaku usaha yang menghasilkan produk secara langsung.

“Kami berada dalam program studi dan lingkungan akademik yang sama, tetapi masing-masing berhadapan dengan karakter masyarakat, pelaku usaha, budaya, dan dinamika lapangan yang berbeda,” tutur Rayyan.

Tiga Telah Lulus, Satu Masih Menjalani Studi Doktoral

Berdasarkan informasi PDDikti yang dikutip UM, keempat anggota keluarga tersebut memulai studi pada semester ganjil 2023. Amelia Setyawati dan Amelia Sugangga tercatat telah menyelesaikan studi pada semester genap 2026.

Rayyan baru mengikuti sidang disertasi pada Agustus 2026. Disertasinya mengkaji kinerja UMKM di Kabupaten Buleleng dengan menggabungkan perspektif manajemen keuangan, kewirausahaan, inovasi, dan kearifan lokal.

Baca Juga:  Cerita Mahasiswi HI UB Lolos Beasiswa Bergengsi Taiwan, Kuliah Politik hingga Budaya di Kinmen

Penelitian tersebut melihat hubungan Financial Literacy, Entrepreneurial Orientation, Financial Inclusion, dan Innovation Capability dengan kinerja UMKM. Rayyan juga mengkaji peran nilai kearifan lokal Tri Hita Karana dalam hubungan tersebut.

Bagi Rayyan, tantangan terbesar dalam studi doktoral bukan sekadar menyelesaikan pendidikan lebih cepat. Ia menilai kemampuan beradaptasi, menjaga ketahanan diri, dan mempertahankan konsistensi justru menjadi tantangan utama.

“Tantangannya bukan bagaimana kita menjadi lebih cepat daripada orang lain, tetapi bagaimana kita tetap bergerak dan tidak berhenti,” kata Rayyan.

Ia mengingatkan mahasiswa doktoral agar tidak terlalu sering membandingkan perjalanan akademiknya dengan orang lain. Menurutnya, konsistensi dan kemampuan mengingat kembali alasan memulai studi menjadi hal penting untuk menyelesaikan pendidikan.

Sementara itu, Iradah masih berstatus sebagai mahasiswa atau kandidat doktor. Kebersamaan empat anggota keluarga dalam perjalanan akademik tersebut menjadi ruang untuk saling berdiskusi, mengingatkan, dan memberikan dukungan selama menjalani studi S3 di UM.

Iklan
Iklan