SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Semangat persatuan dan pembinaan atlet menjadi pesan utama dalam Pelantikan Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Malang Masa Bakti 2026-2030 yang digelar di NK Cafe, Ampeldento, Karangploso, Sabtu (4/7/2026).
Mengusung tema “Kolaborasi Pendekar Hebat, Berbudi Pekerti Luhur, IPSI Kuat, Kabupaten Malang Makmur Berkelanjutan”, kegiatan ini dihadiri Bupati Malang, Ketua Pengprov IPSI Jawa Timur, Forkopimda, Ketua DPRD Kabupaten Malang, Ketua KONI Kabupaten Malang, perwakilan 23 perguruan pencak silat se-Kabupaten Malang, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan.
Ketua Umum IPSI Kabupaten Malang, Zia’ul Haq, S.Sos., S.H., M.AP., menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari amanah besar untuk memajukan pencak silat di Kabupaten Malang.
“Kabupaten Malang adalah gudang pendekar. Hampir di setiap desa memiliki padepokan. Potensi ini harus disatukan agar menjadi kekuatan besar untuk melahirkan prestasi,” ujarnya.
Kabupaten Malang Gudang Atlet Silat
Ia menekankan, kepengurusan baru memiliki komitmen kuat membangun persatuan seluruh perguruan pencak silat di bawah naungan IPSI.
“Berbeda seragam perguruan boleh, berbeda jurus juga boleh. Tetapi ketika memakai lambang IPSI, kita adalah satu. Tidak ada lagi sekat antarperguruan, yang ada hanya pencak silat Kabupaten Malang,” tegasnya.
Zia’ul Haq juga memaparkan target besar IPSI Kabupaten Malang pada ajang Porprov Jawa Timur 2027, yakni meraih 10 medali emas. Menurutnya, target tersebut akan diwujudkan melalui pembinaan atlet secara berjenjang, pengiriman atlet ke kejuaraan nasional, Pra-PON hingga pemusatan latihan nasional.
Ia optimistis target tersebut dapat dicapai dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Malang, DPRD, KONI, serta seluruh perguruan pencak silat.
Bupati Minta IPSI Lahirkan Atlet Berprestasi
Sementara itu, Bupati Malang dalam sambutannya mengingatkan bahwa jabatan pengurus IPSI merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, IPSI tidak hanya bertugas mengelola organisasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab membina dan mengembangkan pencak silat sebagai olahraga prestasi sekaligus warisan budaya bangsa.
“Pencak silat bukan hanya soal kemampuan bertarung, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, sportivitas, rasa hormat kepada guru, serta akhlak mulia bagi generasi muda,” ungkapnya.
Bupati juga mendorong agar pembinaan atlet dilakukan sejak usia dini melalui sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dengan melibatkan KONI, dinas terkait, serta seluruh perguruan pencak silat.
Ia berharap pencak silat mampu menjadi benteng pembentukan karakter generasi muda yang menjunjung tinggi kesabaran, pengendalian diri, dan menjauhkan diri dari tindakan provokatif maupun kekerasan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut mengenang metode latihan pencak silat tradisional yang dahulu tidak hanya mengutamakan kekuatan fisik, tetapi juga ketenangan batin, kesabaran, dan nilai-nilai spiritual sebagai bekal membentuk pribadi yang rendah hati.
Pelantikan pengurus IPSI Kabupaten Malang ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, KONI, dan seluruh perguruan pencak silat untuk mencetak atlet berprestasi sekaligus menjaga nilai luhur pencak silat sebagai identitas budaya Indonesia.
Pewarta: * Deni Robi















