SUARAMALANG.COM, MALANG – Internasionalisasi riset mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) terus berkembang melalui program Universitas Brawijaya Student Academic Research Scheme (UB STARS). Sepanjang 2026, sebanyak 296 mahasiswa terlibat dalam program tersebut dengan dukungan 165 dosen asing sebagai pembimbing tugas akhir dan co-author.
Program ini tidak hanya mendorong mahasiswa melakukan mobilitas akademik ke luar negeri, tetapi juga menghasilkan publikasi ilmiah. Hingga 30 September 2026, UB STARS mencatat 49 publikasi yang terindeks Scopus.
Peserta UB STARS Terus Bertambah
Data UB STARS 2026 menunjukkan jumlah peserta meningkat pada setiap gelombang. Gelombang pertama diikuti 65 mahasiswa, kemudian bertambah menjadi 75 mahasiswa pada gelombang kedua dan mencapai 156 mahasiswa pada gelombang ketiga.
Keterlibatan dosen asing juga meningkat. Sebanyak 45 dosen asing terlibat pada gelombang pertama, 38 orang pada gelombang kedua, dan 82 orang pada gelombang ketiga.
Koordinator UB STARS Fitri H. Oktaviani mengatakan proporsi mahasiswa yang melakukan mobilitas ke luar negeri pada 2026 mencapai 66,6 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan 55 persen pada tahun sebelumnya.
“Tahun 2026 ini, persentase mahasiswa yang melakukan mobilitas ke luar negeri meningkat yaitu sebesar 66,6% dibandingkan tahun lalu yaitu 55%,” ujar Fitri.
Menurut Fitri, peningkatan terutama terjadi pada mobilitas ke kawasan Asia Tenggara yang naik 10,6 persen. Ia menyebut peningkatan tersebut dapat berkaitan dengan bertambahnya proporsi pendanaan ke kawasan tersebut.
49 Publikasi Scopus Jadi Luaran Riset
Mobilitas akademik dalam UB STARS juga menghasilkan luaran publikasi. Hingga akhir September 2026, sebanyak 49 artikel mahasiswa tercatat terindeks Scopus.
Publikasi tersebut terdiri atas sembilan artikel pada jurnal Q1, 19 artikel Q2, 14 artikel Q3, dan tujuh artikel Q4. Publikasi terbanyak berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Fakultas Teknologi Pertanian dan Biologi (FTAB), serta Fakultas Biologi dan Ilmu Pengetahuan Kehidupan (FBIPK).
Dari jenjang pendidikan, 15 publikasi berasal dari mahasiswa S1, 20 publikasi dari S2, dan 12 publikasi dari S3.
Wakil Rektor Bidang Akademik UB Imam Santoso mengatakan UB STARS dirancang untuk menciptakan dampak berganda bagi iklim akademik kampus.
“Luaran utamanya adalah peningkatan mobilitas mahasiswa serta kehadiran dosen asing dan dosen praktisi di UB. Selain itu, proses ini berdampak langsung pada peningkatan jumlah publikasi kolaboratif di jurnal terindeks Scopus maupun Web of Science (WoS),” kata Imam.
Riset Tugas Akhir Terhubung dengan Peneliti Internasional
UB STARS merupakan program prioritas rektor di bidang akademik yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa UB menyelesaikan tugas akhir melalui kolaborasi dengan peneliti lembaga riset nasional maupun akademisi universitas internasional.
Rangkaian program mencakup pembimbingan, pengambilan dan pengolahan data, penyusunan laporan, hingga penulisan artikel ilmiah.
Jangkauan mobilitas program juga cukup luas. Sebanyak 50,6 persen mobilitas berlangsung di Asia Tenggara, 33,4 persen di Indonesia, dan 13,1 persen di negara Asia di luar Asia Tenggara.
Dengan pola tersebut, UB STARS tidak hanya membuka pengalaman akademik internasional bagi mahasiswa, tetapi juga menghubungkan tugas akhir dengan jejaring riset dan publikasi. Pendaftaran UB STARS 2026 telah ditutup dan program akan kembali dibuka untuk periode 2027 melalui sistem SIAM UB.
Informasi program dapat diakses melalui laman UB STARS.














