Berita  

Bukan Sekadar Peneduh, Pohon Asam Jawa Bisa Jadi Andalan Hadapi Cuaca Panas

SUARAMALANG.COM – Cuaca panas membuat keberadaan pohon peneduh semakin penting bagi kehidupan perkotaan. Salah satu pilihan yang layak mendapat perhatian adalah pohon asam jawa.

Pohon bernama ilmiah Tamarindus indica ini memiliki tajuk lebar, batang kokoh, dan kemampuan beradaptasi dengan kondisi kering. Selain menghasilkan buah, asam jawa juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih teduh.

Pohon Asam Jawa Punya Keunggulan Menghadapi Musim Kering

Mengutip informasi Museum IPB, asam jawa cocok tumbuh di wilayah tropis, termasuk kawasan dataran rendah dengan kondisi relatif kering. Tanaman ini juga mampu beradaptasi pada tanah dengan drainase baik.

Karakter tersebut membuat asam jawa menarik untuk penghijauan di kawasan yang kerap mengalami musim kemarau. Meski demikian, pohon muda tetap membutuhkan penyiraman selama masa pertumbuhan.

Setelah tumbuh besar, tajuknya dapat memberikan keteduhan bagi manusia dan berbagai organisme di sekitarnya. Pepohonan juga membantu mengurangi paparan langsung sinar matahari pada permukaan tanah dan kawasan beraspal.

Penelitian UGM Ungkap Peran Pohon dalam Mengurangi Panas

Penelitian di Universitas Gadjah Mada mengkaji pengaruh vegetasi terhadap iklim mikro dan kenyamanan masyarakat di ruang terbuka hijau Jalan Jenderal Sudirman, Yogyakarta.

Baca Juga:  KPK Ungkap 8 Celah Program MBG, Rawan Korupsi dan Minim Pengawasan

Hasil penelitian tersebut menempatkan asam jawa, angsana, glodokan tiang, dan tanjung sebagai vegetasi yang memberikan keteduhan optimal. Peneliti juga mencatat perbedaan suhu rata-rata hingga 6,36 derajat Celsius antara area bervegetasi dan area dengan vegetasi minimal.

Temuan itu menunjukkan bahwa pemilihan pohon dan pengaturan ruang hijau berperan penting dalam menghadapi panas perkotaan. Namun, angka tersebut merupakan hasil pengamatan pada lokasi penelitian, bukan jaminan penurunan suhu yang sama di setiap tempat.

Bukan Hanya Peneduh, Asam Jawa Juga Menyimpan Karbon

Manfaat ekologis asam jawa tidak berhenti pada keteduhan. Seperti pohon lainnya, tanaman yang tumbuh sehat menyerap karbon dioksida melalui fotosintesis dan menyimpan karbon dalam biomassa.

Proses fotosintesis juga menghasilkan oksigen. Namun, besarnya produksi oksigen bergantung pada kondisi pohon, luas daun, intensitas cahaya, ketersediaan air, dan laju pertumbuhannya.

Karena itu, tidak tepat menetapkan asam jawa sebagai penghasil oksigen tertinggi tanpa pengukuran yang membandingkannya dengan spesies lain dalam kondisi serupa.

Baca Juga:  PDIP Soroti Pelantikan Anak Bupati Malang, Hasto: Meritokrasi Tak Boleh Dikorbankan

Penanaman Pohon Perlu Memperhatikan Kondisi Lahan

Meski memiliki banyak manfaat, penanaman asam jawa tetap membutuhkan perencanaan. Ukuran tajuk, ruang akar, jarak tanam, serta kondisi tanah perlu diperhitungkan sejak awal.

Untuk kawasan perkotaan, pemerintah dan masyarakat juga dapat mengombinasikan asam jawa dengan spesies peneduh lain yang sesuai dengan iklim setempat. Keanekaragaman pohon membantu memperkuat fungsi ruang hijau sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu jenis tanaman.

Pada akhirnya, menghadapi cuaca panas tidak cukup hanya dengan menambah jumlah pohon. Pemilihan spesies yang tepat, perawatan saat masa pertumbuhan, dan perlindungan pohon dewasa menjadi bagian penting dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih sejuk.