Kiai Sepuh Berkumpul di Pasuruan, Bahas Dinamika Kebangsaan dan Siapkan Seruan Bersama

Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah di Pasuruan menjadi lokasi pertemuan dan musyawarah sejumlah kiai sepuh serta tokoh ulama untuk membahas dinamika kebangsaan, Minggu (8/11/2026). (Foto: Istimewa)

SUARAMALANG.COM, Pasuruan – Sejumlah kiai sepuh dan tokoh ulama dari berbagai daerah dijadwalkan berkumpul di Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah, Kota Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (8/11/2026). Pertemuan tersebut menjadi forum silaturahim sekaligus musyawarah untuk menyikapi dinamika kenegaraan dan persoalan kebangsaan terkini.

Forum yang direncanakan berlangsung secara tertutup itu akan diawali dengan pemetaan persoalan atau tashawwur, kemudian dilanjutkan dialog dan musyawarah antarpeserta. Para kiai juga diagendakan menyusun seruan bersama setelah pembahasan.

Pengasuh Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah, KH M. Nailur Rohman atau Gus Amak, membenarkan rencana pertemuan tersebut. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara terperinci isu yang akan menjadi pembahasan para ulama.

“Besok para kyai akan bermusyawarah dan membuat seruan, itu yang saya bisa sampaikan. Selengkapnya besok setelah pertemuan,” ujar Gus Amak melalui pernyataan tertulis.

Melibatkan 41 Ulama dari Berbagai Kalangan

Berdasarkan surat undangan tertanggal 5 November 2026 yang ditandatangani KH M. Idris Hamid, terdapat 41 ulama yang masuk dalam daftar undangan. Mereka berasal dari kalangan pengasuh pesantren, tokoh Nahdlatul Ulama (NU), mantan pejabat negara, akademisi, hingga cendekiawan muslim.

Sejumlah nama yang tercantum di antaranya mantan Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin, mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, serta Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Anwar Manshur.

Baca Juga:  Dewanti Rumpoko Ajak Warga Turen Biasakan Hidup Sehat Sejak Dini

Nama pengasuh pesantren besar juga masuk dalam daftar tersebut, seperti KH Nurul Huda Jazuli dari Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, dan KHR Muhammad Kholil As’ad dari Pondok Pesantren Walisongo, Situbondo. Ada pula KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo.

Dari Jawa Tengah, terdapat KH Ubaidillah Shodaqoh, Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah periode 2024–2029, serta KH Abdul Ghofur Maimoen atau Gus Ghofur, pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar 3, Sarang, Rembang.

Sementara itu, KH Ubaidillah Faqih dari Pondok Pesantren Langitan, Tuban, dan KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah, pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, sekaligus Ketua MUI Jawa Timur, juga tercantum dalam daftar undangan.

Musyawarah Dijadwalkan Berlangsung Tertutup

Pertemuan dijadwalkan dimulai pukul 12.00 WIB hingga selesai di Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah, Jalan Patiunus Nomor 25, Krampyangan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan.

Selain membangun silaturahim, forum ini diarahkan untuk memberi ruang bagi para ulama dalam memetakan persoalan, bertukar pandangan, dan merumuskan sikap melalui musyawarah.

Baca Juga:  KontraS Soal Buku Karl Marx Disita Polisi: Ini Pola Represif Mirip Orde Baru

Sejumlah tokoh yang masuk daftar undangan memiliki pengalaman panjang dalam kepemimpinan keagamaan maupun pengelolaan pesantren. Kehadiran mereka diharapkan memperkaya pandangan dalam membahas persoalan kebangsaan.

Meski demikian, materi spesifik pembahasan dan rumusan seruan yang akan dihasilkan belum disampaikan. Gus Amak menyatakan informasi lebih lengkap mengenai hasil pertemuan baru dapat disampaikan setelah musyawarah selesai.

Dengan demikian, perhatian publik kini tertuju pada hasil dialog para kiai sepuh tersebut, terutama mengenai persoalan kebangsaan yang dinilai perlu mendapat perhatian bersama.