Ucapan Idul Adha - Pemkab Malang

Merasa Dirugikan, Tokoh Adat Papua Mama Yasinta Polisikan Pembuat Film Pesta Babi

Iklan

SUARAMALANG.COM, Nasional – Tokoh masyarakat adat Papua, Yasinta Moiwend atau yang akrab disapa Mama Yasinta, melaporkan dugaan eksploitasi dirinya dalam film Pesta Babi ke Polda Metro Jaya. Perempuan asal Merauke, Papua Selatan itu mengaku tidak pernah memberikan izin terkait penggunaan rekaman dan wajahnya dalam film dokumenter tersebut.

Keberatan itu muncul setelah Mama Yasinta mengetahui wajahnya ditampilkan dalam film yang telah diputar di berbagai daerah. Ia bahkan mengaku baru mengetahui keterlibatannya setelah menyaksikan langsung pemutaran film tersebut pada April 2026.

Iklan

Menurut Mama Yasinta, selama proses pengambilan gambar dirinya hanya diminta memberikan keterangan mengenai kondisi masyarakat adat di wilayah Papua Selatan. Namun, ia tidak pernah mendapat penjelasan bahwa hasil wawancara tersebut akan digunakan dalam sebuah film dokumenter.

Merasa Dirugikan dan Sakit Hati

Dengan nada emosional, Mama Yasinta mengungkapkan rasa kecewanya terhadap pihak pembuat film. Ia merasa hak pribadinya telah dilanggar karena wajahnya digunakan tanpa persetujuan.

“Mereka putar film Pesta Babi itu di mana-mana. Saya sakit hati sekali,” ujar Mama Yasinta kepada wartawan, Jumat (29/5/2026).

Ia juga menyesalkan penggunaan fotonya dalam materi promosi film. Menurutnya, tidak pernah ada pembicaraan maupun permintaan izin sebelum wajahnya ditampilkan kepada publik.

“Tanpa izin dari saya, tanpa pembicaraan. Itu penjahat itu mereka! Saya punya wajah ini di mana-mana mereka putar film itu, saya sakit hati,” katanya sambil menahan tangis.

Baru Mengetahui Saat Pemutaran Film

Mama Yasinta mengaku baru mengetahui keberadaan wajahnya dalam film ketika menghadiri sebuah kegiatan di Jayapura. Saat itu, ia diajak mengikuti pemutaran film yang ternyata menampilkan dirinya.

Menurut pengakuannya, sosok yang mengajaknya menghadiri kegiatan tersebut adalah seseorang bernama Bang Tigor. Setelah agenda selesai, ia diajak menuju lokasi pemutaran film.

“Yang ajak saya ke Jayapura untuk ikut kegiatan itu Bang Tigor. Jadi, setelah kita selesai kegiatan, dia ajak kita untuk nonton film Pesta Babi,” jelasnya.

Mama Yasinta mengaku awalnya tidak mengetahui bahwa yang akan ditonton adalah film dokumenter tersebut. Ia bahkan mengira kegiatan yang akan dihadiri berkaitan dengan tradisi pemotongan babi.

“Jadi, pada saat itu saya tahu saja mau potong babi betulan, ternyata kita naik di Aula Maranatha, ternyata film yang diputar itu judulnya film Pesta Babi. Ah, di situ ada wajah saya,” ungkapnya.

Tempuh Jalur Hukum

Merasa dirugikan, Mama Yasinta akhirnya memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk keberatan atas penggunaan identitas dan rekaman dirinya yang disebut tanpa persetujuan.

Kasus ini menambah polemik seputar film Pesta Babi yang belakangan menjadi perhatian publik. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak pembuat film terkait tudingan yang disampaikan Mama Yasinta.

Laporan tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai proses produksi film, termasuk mekanisme perizinan dan persetujuan dari narasumber yang terlibat di dalamnya.

Iklan
Iklan
Iklan