SUARAMALANG.COM, Pasuruan – Puluhan ribu jamaah memadati sejumlah ruas jalan di Kota Pasuruan saat puncak Haul ke-45 KH Abdul Hamid bin Abdullah Umar dan Haul Ke-36 Nyai Hj. Nafisah, Sabtu (22/8/2026). Kepadatan terlihat mulai kawasan Alun-alun Kota Pasuruan, Masjid Jami’ Al-Anwar, Jalan Kartini, Jalan Niaga, Jalan KH Wachid Hasyim hingga Jalan Jawa yang mengarah ke Pondok Pesantren Salafiyah.
Jamaah datang dari berbagai daerah untuk mengikuti rangkaian peringatan haul ulama kharismatik asal Kota Pasuruan tersebut. Sejumlah gang dan rumah warga di sekitar lokasi kegiatan juga dipenuhi jamaah yang mengikuti acara dari berbagai titik.
Puncak haul turut dihadiri sejumlah ulama, tokoh agama dan pejabat pemerintahan, di antaranya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, Wakil Wali Kota Pasuruan M. Nawawi, serta jajaran Forkopimda Kota Pasuruan.
Sejumlah tokoh lainnya juga hadir, termasuk mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz, TGB Muhammad Zainul Majdi, serta sejumlah ulama dan tokoh agama.
Wali Kota Pasuruan Soroti Keteladanan KH Abdul Hamid
Usai mengikuti rangkaian puncak haul, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan sekaligus tingginya antusiasme jamaah yang datang dari berbagai daerah.
Menurut Adi, kehadiran puluhan ribu jamaah menunjukkan besarnya kecintaan masyarakat terhadap KH Abdul Hamid. Namun, ia menilai makna haul tidak berhenti pada kegiatan memperingati wafatnya seorang ulama.
“Alhamdulillah, rangkaian Haul Mbah Hamid hari ini berjalan dengan lancar. Kita melihat sendiri bagaimana puluhan ribu jamaah hadir dari berbagai daerah. Ini menunjukkan bahwa kecintaan masyarakat terhadap Mbah Hamid begitu besar,” ujar Adi.
Ia mengatakan nilai-nilai yang diwariskan KH Abdul Hamid perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat persaudaraan, kepedulian terhadap sesama, serta upaya membangun umat dinilai menjadi bagian penting dari keteladanan tersebut.
“Yang paling penting bukan hanya bagaimana kita memperingati haulnya, tetapi bagaimana nilai-nilai yang beliau ajarkan bisa kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat menjaga persaudaraan, kepedulian kepada sesama, dan membangun umat harus terus kita lanjutkan,” katanya.
Haul KH Abdul Hamid Dorong Perputaran Ekonomi
Besarnya jumlah jamaah yang datang ke Kota Pasuruan juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Sejumlah sektor usaha mengalami peningkatan aktivitas selama pelaksanaan haul.
Hotel dan penginapan di Kota Pasuruan ramai oleh tamu serta rombongan jamaah dari luar daerah. Pedagang makanan dan minuman, penjual oleh-oleh, serta pelaku usaha kecil di berbagai titik turut mendapatkan peningkatan pemasukan.
Aktivitas jasa parkir dan transportasi juga meningkat seiring tingginya mobilitas jamaah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan berskala besar dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat di daerah tujuan.
Adi menilai pergerakan ekonomi tersebut menjadi salah satu keberkahan tersendiri bagi Kota Pasuruan. Pemerintah kota, kata dia, akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dalam kegiatan yang mendatangkan masyarakat dari berbagai daerah.
“Haul Mbah Hamid ini tidak hanya memberikan nilai spiritual bagi kita semua, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kita melihat hotel dan penginapan ramai, pedagang ramai, jasa parkir dan transportasi juga bergerak. Artinya, ada perputaran ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Adi, pemerintah akan terus berupaya memastikan kegiatan besar seperti haul berlangsung aman, tertib dan nyaman bagi jamaah maupun masyarakat setempat.
“Ini tentu menjadi berkah bagi Kota Pasuruan. Harapannya, setiap momentum seperti ini bisa memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat, baik dari sisi spiritual, sosial maupun ekonomi,” pungkasnya.
Jamaah dari Malang Rutin Hadiri Haul Mbah Hamid
Antusiasme jamaah juga terlihat dari kedatangan masyarakat dari berbagai daerah, termasuk Kabupaten Malang. Salah seorang jamaah, Odhi, datang dari Tumpang bersama istri dan rombongan keluarganya.
Ia mengatakan menghadiri Haul KH Abdul Hamid telah menjadi agenda yang rutin dilakukan keluarganya setiap tahun. Mereka berangkat sejak subuh menggunakan minibus Elf bersama rombongan.
“Saya datang dari Tumpang, Kabupaten Malang bersama istri dan rombongan. Setiap tahun kami selalu menghadiri Haul KH Abdul Hamid,” katanya.
Menurut Odhi, kehadirannya bersama keluarga bukan sekadar mengikuti rangkaian acara, tetapi juga untuk mengharapkan keberkahan dari ulama yang dikenal luas oleh masyarakat tersebut.
Rangkaian Haul Diisi Doa dan Manakib Mbah Hamid
Rangkaian kegiatan Haul ke-45 KH Abdul Hamid diawali dengan pembacaan Surah Al-Fatihah sebanyak 100 kali. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surah Al-Waqi’ah, Surah Al-Mulk, Ratibul Haddad, Maulid Az-Zab dan Mahalul Qiyam.
Setelah itu, kegiatan memasuki agenda formal yang meliputi pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pembacaan manakib Mbah Hamid, sambutan, serta mau’idhoh hasanah.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pembacaan Surah Yasin, tahlil dan doa bersama.
Untuk memastikan seluruh kegiatan berlangsung lancar, ribuan personel gabungan dikerahkan. Mereka terdiri atas unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Banser, Dinas Kesehatan serta relawan.
Pengamanan tidak hanya difokuskan pada lokasi utama acara, tetapi juga mencakup pengaturan arus lalu lintas dan mobilitas jamaah di sejumlah ruas jalan Kota Pasuruan.
Semangat gotong royong juga terlihat selama pelaksanaan haul. Panitia bersama para sukarelawan menyediakan makanan dan minuman gratis bagi jamaah yang hadir.
Dengan tingginya partisipasi masyarakat, puncak Haul ke-45 KH Abdul Hamid tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga memperkuat tradisi kebersamaan sekaligus memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat Kota Pasuruan.
















