SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang menggeser arah kaderisasi. Mereka membidik dominasi generasi muda dalam struktur baru hasil Musyawarah Anak Cabang (Musancab), Sabtu (25/4/2026).
Langkah ini menandai perubahan strategi organisasi. Partai tidak lagi sekadar meremajakan pengurus, tetapi mendorong Gen Z masuk ke ruang pengambilan keputusan.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Malang HM Sanusi, anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo, serta tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.
Gen Z Jadi Poros Baru Politik Lokal
Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, menegaskan partainya menyiapkan masa depan sejak sekarang. Ia melihat Gen Z akan mendominasi lanskap politik dalam beberapa tahun ke depan.
“Tahun 2029–2030, Gen Z menjadi kekuatan besar. Kami harus membuka ruang sejak hari ini,” ujar Didik.
Ia tidak ingin generasi muda hanya menjadi pemilih. Ia mendorong mereka ikut menentukan arah kebijakan partai.
Setengah Struktur Disiapkan untuk Anak Muda
PDIP Kabupaten Malang memasang target ambisius. Mereka ingin 40 hingga 50 persen kursi kepengurusan PAC diisi Gen Z.
Target ini bukan simbolik. Struktur baru akan langsung melibatkan anak muda dalam kerja politik harian.
“Gen Z akan turun ke masyarakat, memperkenalkan partai, dan membangun komunikasi politik,” tegas Didik.
Langkah ini sekaligus menguji kemampuan generasi muda di lapangan. Partai ingin mencetak kader yang siap bertarung, bukan sekadar pelengkap.
Musancab Jadi Pintu Masuk Perubahan
Musancab tidak lagi sekadar agenda rutin lima tahunan. Forum ini menjadi pintu masuk perubahan arah organisasi di tingkat kecamatan.
Didik menjelaskan, proses ini melanjutkan tahapan dari Muskernas dan Musda. Namun, fokusnya kini lebih tajam pada regenerasi aktif.
“Musancab kami gunakan untuk membentuk kepengurusan baru yang lebih adaptif,” katanya.
Struktur Dibuat Lebih Fleksibel
Partai juga menyesuaikan jumlah pengurus di tiap kecamatan. Penyesuaian mengikuti jumlah desa agar kerja organisasi lebih efektif.
Kecamatan dengan desa terbatas memiliki tujuh pengurus. Wilayah dengan desa lebih banyak mendapat sembilan hingga sebelas pengurus.
Didik menilai skema ini memberi ruang distribusi peran yang lebih merata. Setiap kader diharapkan memiliki fungsi jelas.
Kolaborasi dengan Tokoh Keagamaan Menguat
Selain agenda politik, PDIP Malang juga memperkuat pendekatan sosial. Mereka meresmikan Masjid At-Taufik di kantor DPC.
Rois Syuriah PCNU Kabupaten Malang, Zainul Arifin, menyambut langkah tersebut. Ia melihat inisiatif itu membawa dampak positif.
“Ini tren baik. Kami berharap bisa istiqomah mengawal isu keagamaan,” ujarnya.
Nilai Pancasila Didorong Lebih Nyata
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang, Muhammad Nurul Humaidi, menilai langkah ini relevan dengan nilai dasar negara.
Ia melihat pembangunan masjid sebagai wujud konkret komitmen pada sila pertama. Menurutnya, partai menunjukkan praktik nilai, bukan sekadar wacana.
“Ini bentuk komitmen terhadap nilai Pancasila,” katanya.
Arah Baru: Program Harus Menyentuh Publik
Humaidi juga menyoroti dinamika internal partai. Ia menilai pergerakan organisasi harus berujung pada program yang berdampak langsung.
Ia berharap kader muda yang masuk struktur mampu membaca kebutuhan masyarakat. Program partai harus terasa nyata di tingkat akar rumput.
“Program harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.























