78 Event Pariwisata Hasilkan Rp888 Miliar, UMKM Ikut Bergerak

Kegiatan event pariwisata daerah menjadi salah satu penggerak kunjungan wisatawan dan transaksi ekonomi. (Foto: dok. Kemenpar)

SUARAMALANG.COM, JAKARTA – Sebanyak 78 event pariwisata daerah yang telah dikaji pemerintah menghasilkan transaksi ekonomi langsung sebesar Rp888,52 miliar hingga 30 September 2026. Kegiatan tersebut juga melibatkan 19.866 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menunjukkan bahwa agenda pariwisata dapat menjadi penggerak ekonomi di luar sektor perjalanan.

Data Kementerian Pariwisata itu mencakup event yang didukung melalui program Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Dari 125 event yang dikurasi di 38 provinsi, sebanyak 89 kegiatan telah terselenggara di 34 provinsi hingga akhir September.

Selain menghasilkan transaksi, 78 event yang dikaji dampaknya menarik 9,97 juta pengunjung dan melibatkan 120.642 pekerja seni. Kegiatan tersebut juga membuka lapangan kerja bagi 58.077 tenaga kerja. Angka transaksi itu merupakan nilai ekonomi langsung dan belum memasukkan efek pengganda.

Wisatawan Domestik Jadi Penopang Pertumbuhan

Pergerakan event daerah berlangsung di tengah pertumbuhan perjalanan wisatawan nusantara. Kementerian Pariwisata mencatat 104,30 juta perjalanan wisatawan domestik pada Agustus 2026, naik 11,47 persen dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 842,15 juta atau tumbuh 4,29 persen secara tahunan. Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara pada periode yang sama mencapai 10,58 juta, meningkat 5,38 persen dibandingkan Januari–Agustus 2025.

Baca Juga:  Polemik Lapangan Voli Pantai Batal jadi Venue Porprov, LIRA: KONI ya Jangan Diam

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai pertumbuhan tersebut menunjukkan ketahanan sektor pariwisata di tengah ketidakpastian global. Pemerintah juga mendorong penyebaran perjalanan wisata ke lebih banyak daerah agar manfaat ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di destinasi tertentu.

Investasi Naik, Pemerataan Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Di sisi investasi, realisasi investasi sektor pariwisata meningkat dari Rp47,14 triliun pada 2024 menjadi Rp73,56 triliun pada 2025. Kenaikan tersebut mencapai 56,05 persen.

Meski demikian, Kementerian Pariwisata menyebut investasi masih banyak terkonsentrasi di Bali dan Jakarta serta berfokus pada sektor amenitas. Pemerintah ingin memperluas investasi ke berbagai destinasi, termasuk 13 Destinasi Pariwisata Prioritas dan Regeneratif serta kawasan ekonomi khusus pariwisata.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan bahwa event tidak hanya berfungsi sebagai atraksi, tetapi juga menggerakkan kunjungan wisatawan dan ekonomi daerah.

Baca Juga:  Rapat Paripurna Pemakzulan Bupati Pati Sudewo Digelar 31 Oktober, DPRD Pastikan Netral dan Transparan

“Event bukan hanya menjadi atraksi, tetapi motor pergerakan wisatawan dan ekonomi daerah,” kata Ni Luh.

Bagi daerah, tantangan berikutnya ialah memastikan lonjakan kunjungan benar-benar meningkatkan pendapatan pelaku usaha lokal dan membuka kesempatan kerja. Penguatan promosi, kualitas layanan, infrastruktur, serta pemerataan investasi menjadi bagian penting agar pertumbuhan pariwisata memberi manfaat yang lebih luas.

Pengembangan pariwisata juga relevan bagi daerah seperti Malang Raya yang memiliki beragam destinasi dan kegiatan wisata. Secara umum, pariwisata dapat menggerakkan sektor lain, termasuk kuliner, transportasi, akomodasi, kerajinan, dan usaha kecil, ketika belanja pengunjung terserap oleh pelaku ekonomi setempat.