SUARAMALANG.COM, Probolinggo – Aksi pencurian yang menyasar rombongan turis asal Thailand di kawasan wisata Gunung Bromo berakhir antiklimaks. Tujuh koper berisi barang-barang mahal memang sempat digondol pelaku, namun tak satu pun hasil curian berhasil dijual. Semua keburu dibuang ke sungai karena pelaku panik dilacak GPS.
Kasus ini terjadi Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 11.30 WIB di area parkir pintu masuk Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Saat itu, rombongan wisatawan tengah menikmati panorama Bromo, sementara mobil Toyota Hiace yang mereka sewa terparkir di lokasi.
Kapolres Probolinggo, M. Wahyudin Latif, membenarkan peristiwa tersebut.
“Peristiwa pencurian terjadi di area parkir pintu masuk Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Korban bernama Miss Kanthima (54), warga negara Thailand. Saat kembali ke kendaraan, rombongan mendapati pintu mobil dalam kondisi rusak dan tujuh koper telah hilang.
Di dalam koper terdapat kamera, tablet, iPhone, pakaian, hingga barang pribadi lainnya. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 108 juta.
“Tujuh koper berisi kamera, tablet, iPhone, pakaian, serta barang pribadi lainnya raib dengan total kerugian mencapai Rp 108 juta,” imbuhnya.
Penyelidikan mengarah pada satu unit mobil Avanza putih yang terekam CCTV berada di sekitar lokasi saat kejadian. “Berdasarkan keterangan saksi dan rekaman CCTV, polisi mencurigai satu unit mobil Avanza putih yang berada di sekitar lokasi kejadian,” jelas Wahyudin.
Tim gabungan Satreskrim Polsek Sukapura dan Satreskrim Polres Probolinggo kemudian mengamankan tiga pelaku. Mereka adalah Abdurrohim (34), Edi Siswanto (46), dan Novita Fransiska (45) yang ditangkap di wilayah Kota Probolinggo dan Perumahan Bogowonto, Kedopok.
“Ketiganya diamankan oleh tim gabungan Satreskrim Polsek Sukapura dan Satreskrim Polres Probolinggo,” ujarnya.
Namun yang mengejutkan, para pelaku tak sempat menikmati hasil curian. Mereka panik setelah mengetahui sinyal GPS salah satu ponsel korban terlacak hingga ke rumah mereka.
“Setelah kami lakukan penelusuran, semua barang-barang hasil kejahatan itu dibuang di sungai. Untungnya sebagian ditemukan di hulu sungai sebelum terbawa arus ke laut. Untuk barang elektronik, semuanya sudah dihancurkan lalu dibuang juga,” ujar Wahyudin.
“Tidak ada yang sempat terjual karena para pelaku ketakutan setelah mengetahui sinyal ponsel mengarah ke rumah mereka,” katanya lagi.
Polisi memastikan aksi pencurian tersebut murni didorong motif ekonomi. Tidak ada unsur persaingan usaha atau dendam pribadi terhadap korban. “Motif murni kriminalitas, tidak ada persaingan bisnis atau motif lain. Ini murni karena kebutuhan ekonomi dan terlilit utang,” tegasnya.
Sebagian koper berhasil ditemukan dalam kondisi kosong dan kini diamankan sebagai barang bukti. Setelah proses hukum selesai, barang bukti akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Probolinggo dan selanjutnya dikembalikan ke korban melalui Kedutaan Thailand.
“Koper kuning saat ditemukan sudah kosong di sungai setelah dibuang oleh pelaku. Koper tersebut bersama barang bukti lainnya akan kami limpahkan ke Kejaksaan Negeri Probolinggo untuk proses hukum lanjutan,” tutup Wahyudin.

























