SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Pemerintah Kabupaten Malang mulai mempersiapkan operasional Sekolah Rakyat (SR) permanen di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur. Sekolah tersebut ditarget mulai beroperasi pada Juli 2026 mendatang.
Selain pembangunan fisik yang masih berlangsung, proses penjaringan calon siswa juga mulai dilakukan. Pemerintah daerah menargetkan sekolah itu menjadi akses pendidikan bagi anak dari keluarga miskin ekstrem.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang, Pantjaningsih Sri Redjeki mengatakan, proses penjaringan dilakukan melalui verifikasi lapangan oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
“Kriterianya itu, anak tersebut berasal dari keluarga miskin ekstrem dan miskin yang berada dalam desil 1 dan desil 2 DTSEN (Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional),” ujarnya.
Verifikasi Dilanjutkan Dialog dengan Orang Tua
Pantjaningsih menjelaskan, setelah verifikasi lapangan selesai dilakukan, tahapan berikutnya ialah dialog bersama orang tua maupun wali calon siswa.
Dialog tersebut dilakukan sebelum pemerintah menetapkan peserta didik sebagai calon siswa Sekolah Rakyat Srigonco.
Ia menerangkan, desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat yang dibagi menjadi 10 kelompok. Desil 1 menjadi kelompok rumah tangga paling miskin.
Penilaian kesejahteraan tidak hanya dilihat dari pendapatan keluarga. Pemerintah juga mempertimbangkan kondisi rumah, aset, pendidikan, pekerjaan, pengeluaran, hingga indikator sosial ekonomi lainnya.
Puluhan Ribu Anak Tercatat Tidak Aktif Sekolah
Berdasarkan data DTSEN, terdapat 130.221 anak usia sekolah di Kabupaten Malang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 64.707 anak masih aktif bersekolah mulai jenjang TK hingga SMA.
Sementara itu, sebanyak 65.514 anak lainnya tercatat tidak aktif sekolah. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat.
“Sampai dengan 8 Mei 2026, jumlah usulan casis ada 230 siswa. Itu berdasar penjaringan casis dari SR oleh pendamping PKH di 33 kecamatan,” imbuhnya.
Pemkab Malang pun memprioritaskan anak putus sekolah agar bisa kembali mendapatkan akses pendidikan melalui program tersebut.
Tahun Pertama Target Tampung 225 Siswa
Pada tahun pertama operasional, Sekolah Rakyat Srigonco ditargetkan menerima 225 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Masing-masing jenjang akan memiliki tiga rombongan belajar (rombel). Setiap rombel nantinya diisi sebanyak 25 siswa.
Secara keseluruhan, sekolah tersebut akan memiliki 36 rombel. Rinciannya meliputi 18 rombel SD, sembilan rombel SMP, dan sembilan rombel SMA.
Untuk persyaratan usia, jenjang SD diperuntukkan bagi anak usia 7 hingga 12 tahun. Jenjang SMP maksimal usia 15 tahun dan telah lulus SD atau sederajat.
Sementara jenjang SMA diperuntukkan bagi siswa maksimal usia 21 tahun yang telah menyelesaikan pendidikan SMP atau sederajat.
Kelulusan dibuktikan melalui ijazah, surat keterangan lulus (SKL), maupun dokumen resmi lain yang menyatakan siswa telah menyelesaikan jenjang pendidikan sebelumnya.
“Kami mengutamakan anak yang putus sekolah untuk bisa melanjutkan pendidikan di SR,” pungkasnya.


















