Universitas Brawijaya Percepat Sertifikasi Paten Melalui Klinik Drafting Bersama DJKI

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Universitas Brawijaya menggandeng Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM untuk mempercepat penerbitan sertifikat paten. Kolaborasi tersebut berlangsung melalui kegiatan “Klinik dan Penguatan Drafting Paten Bidang Sosial Humaniora, Sains dan Teknik” pada 18–19 Mei 2026 di UB Guest House.

Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi Universitas Brawijaya menginisiasi program tersebut sebagai bentuk pendampingan langsung bagi inventor, dosen, peneliti, dan pengelola kekayaan intelektual di lingkungan kampus. Selain mempercepat proses pengajuan, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kualitas dokumen paten.

Iklan

Klinik Paten UB Fokus Percepat Sertifikat Kekayaan Intelektual

Kepala Subdirektorat Pusat Pemanfaatan Kekayaan Intelektual (PPKI) UB, Dr. Ir. Dian Eka Ratnawati, menjelaskan kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk mengurai hambatan pengajuan paten.

Menurut Dian, inventor kini bisa berkonsultasi langsung dengan pemeriksa paten dari DJKI. Cara itu membantu peserta menyelesaikan kendala substansial dalam dokumen paten secara lebih cepat.

“Tujuannya untuk mempercepat proses perolehan sertifikat paten,” ujar Dian Eka Ratnawati.

Sebelumnya, Universitas Brawijaya mencatat 224 dokumen paten masuk dalam daftar penanganan penumpukan atau backlog melalui pemeriksaan daring. Hingga pelaksanaan kegiatan berlangsung, jumlah dokumen yang masih membutuhkan revisi tersisa 17 paten.

Pemeriksa DJKI Dampingi Penyusunan Draft Paten

Panitia mengarahkan fokus hari pertama kegiatan pada penyelesaian revisi terhadap 17 dokumen backlog tersebut. Selain itu, peserta juga menyusun 30 draft paten baru selama program berlangsung.

Dian menjelaskan sebanyak 13 pemeriksa paten DJKI bersama lima panitia memberikan asistensi langsung kepada peserta. Mereka membantu inventor menyusun dokumen sesuai standar regulasi paten nasional.

Tim pemeriksa juga mengoreksi berbagai komponen penting dalam dokumen paten, mulai dari ketepatan judul, latar belakang invensi, gambar teknis, hingga struktur klaim.

Menurut Dian, struktur klaim menjadi bagian paling krusial sekaligus paling rumit dalam drafting paten. Karena itu, peserta membutuhkan pendampingan intensif agar proses pengajuan tidak terus mengalami revisi.

UB Jadi Prioritas Pendampingan DJKI di Jawa Timur

Universitas Brawijaya menjadi salah satu institusi yang memperoleh prioritas pendampingan luring dari DJKI di Jawa Timur. Selain UB, DJKI hanya memberikan program serupa kepada Politeknik Negeri Malang.

Bidang Sosial Humaniora Dapat Kelas Khusus

Dian menyebut tingginya jumlah pengajuan paten menjadi salah satu alasan DJKI memilih UB sebagai prioritas pendampingan.

Selain fokus pada bidang sains dan teknik, kegiatan tersebut juga memberikan perhatian khusus kepada bidang sosial humaniora. Menurut Dian, pengajuan paten pada bidang sosial humaniora memiliki tantangan berbeda dibanding disiplin ilmu eksakta.

Karena itu, UB membuka kelas khusus yang membahas penyusunan drafting paten sejak tahap awal.

Pada hari kedua kegiatan, panitia menjadwalkan penyerahan sertifikat paten secara simbolis kepada inventor yang telah menyelesaikan proses pengajuan. Peserta dari berbagai fakultas juga mengikuti pemaparan materi mengenai teknik drafting paten.

“Kelas kecil pendampingan juga tetap dibuka untuk membantu peserta menyelesaikan draf yang belum tuntas pada hari pertama,” kata Dian.

Melalui program tersebut, DIKST UB berharap para dosen dan peneliti tidak lagi menganggap penyusunan dokumen paten sebagai proses yang rumit. Dengan pendampingan yang lebih intensif, Universitas Brawijaya menargetkan peningkatan jumlah sekaligus kualitas paten pada masa mendatang.

Iklan
Iklan
Iklan