Ucapan Idul Adha - Pemkab Malang

Kepala KSP: MBG Jangan Mengejar Kuantitas, Kualitas Dapur dan Penurunan Stunting Menjadi Prioritas

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman menegaskan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus berfokus pada peningkatan kualitas gizi masyarakat dan penurunan angka stunting, bukan sekadar memperbanyak jumlah dapur maupun penerima manfaat.

Penegasan itu disampaikan Dudung saat meninjau pelaksanaan Program MBG di Kota Malang, Jumat (12/6/2026).  Pemerintah pusat saat ini tengah melakukan evaluasi dan penataan ulang pelaksanaan program strategis nasional tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan kelompok sasaran, khususnya anak-anak dan balita.

Iklan

“Ke depan akan ada refocusing dan pembenahan-pembenahan, terutama terkait kualitas dapur. Kualitas dapur harus beriringan dengan kualitas makanan yang disajikan. Jadi bukan sekadar standarisasi dapurnya, tetapi juga kualitas makanan yang diterima masyarakat,” ujar Dudung.

Ia menjelaskan, evaluasi MBG menjadi salah satu agenda penting dalam rapat koordinasi nasional yang melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut Dudung, pemerintah ingin memastikan program MBG mampu memberikan dampak nyata terhadap penurunan prevalensi stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah nasional.

Ia menekankan bahwa kelompok usia nol hingga lima tahun merupakan fase krusial dalam pertumbuhan sehingga membutuhkan asupan gizi yang cukup dan berkelanjutan.

“Sasarannya adalah penurunan tingkat stunting. Anak usia nol sampai lima tahun harus mendapatkan asupan gizi yang cukup karena pada fase itulah terjadi proses pertumbuhan yang menentukan kualitas generasi mendatang,” katanya.

Dudung menambahkan, keberhasilan Program MBG tidak dapat diukur hanya dari jumlah dapur yang dibangun maupun banyaknya makanan yang dibagikan setiap hari.

MBG Investasi Jangka Panjang

Menurutnya, ukuran utama keberhasilan program adalah dampaknya terhadap peningkatan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan tumbuh kembang anak Indonesia.

“Jangan hanya berbicara kuantitas. Yang penting bukan banyak-banyakan dapur, tetapi apakah program ini memberikan manfaat nyata bagi peningkatan gizi dan penurunan stunting,” tegasnya.

Ia juga menyebut Presiden memberikan perhatian khusus terhadap kualitas pelaksanaan MBG sebagai bagian dari investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Konsentrasinya adalah membangun kualitas gizi anak-anak Indonesia agar 10 hingga 30 tahun ke depan lahir generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas karena memperoleh asupan makanan bergizi sejak dini,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Dudung mengaku terkesan dengan salah satu dapur MBG di Kota Malang yang dinilainya memiliki fasilitas, tata kelola, dan standar kebersihan yang baik.

Bahkan, menurut hasil pemantauannya, kualitas dapur tersebut lebih baik dibandingkan beberapa dapur MBG yang sebelumnya ia tinjau di Jakarta.

Pengawasan Terhadap MBG Diperketat

“Saya kemarin mengecek dua dapur di Jakarta dan ternyata belum layak. Sementara di Malang ada dapur yang sangat bagus. Ini bisa menjadi contoh bagi dapur-dapur lain di Indonesia,” ungkapnya.

Karena itu, Dudung meminta pengawasan terhadap pelaksanaan MBG terus diperkuat agar seluruh dapur yang beroperasi memenuhi standar yang telah ditetapkan pemerintah dan mampu mendukung target percepatan penurunan stunting nasional.

Dengan pembenahan yang tengah dilakukan, pemerintah optimistis Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menjadi program pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Pewarta:*Halim Ali

Iklan
Iklan
Iklan