FTAB UB Jadi Fakultas Pertama Gunakan Filter Limbah Asam Laboratorium Ramah Lingkungan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya (FTAB UB) menjadi fakultas pertama di lingkungan Universitas Brawijaya yang menerapkan sistem filtrasi limbah asam pada seluruh lemari asam laboratorium. Inovasi ini memperkuat implementasi Smart Green Campus sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Melalui teknologi tersebut, laboratorium menyaring dan menetralkan uap serta limbah asam sebelum mengalirkannya ke sistem pembuangan. Dengan cara itu, limbah memenuhi baku mutu lingkungan sebelum dilepas.

FTAB UB Terapkan Sistem Filtrasi Limbah Asam Pertama di Universitas Brawijaya

Aktivitas praktikum di laboratorium berpotensi menghasilkan uap dan limbah asam. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah tersebut dapat mencemari udara maupun saluran pembuangan.

Karena itu, FTAB UB memasang filter khusus pada seluruh lemari asam laboratorium. Filter tersebut menyerap sekaligus mengurai senyawa asam berbahaya.

Selanjutnya, sistem menetralkan limbah menggunakan larutan basa. Setelah itu, limbah yang telah memenuhi standar kualitas lingkungan dialirkan ke sistem pembuangan.

Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, S.T.P., M.App.Life.Sc., Ph.D., menegaskan pengelolaan limbah laboratorium menjadi bagian penting dalam membangun budaya riset yang bertanggung jawab.

“Laboratorium harus jadi tempat inovasi, tapi tidak boleh meninggalkan jejak pencemaran. Dengan filter ini, limbah asam yang berbahaya tidak langsung terbuang. Ini pertama di UB dan kami harap jadi standar baru,” ujarnya.

Menurut Prof. Yusuf, fakultas dapat mengembangkan penelitian tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

Terintegrasi dengan Smart Green Campus

FTAB UB tidak hanya memasang sistem filtrasi. Fakultas juga menghubungkan teknologi tersebut dengan sistem monitoring Smart Green Campus.

Melalui sistem itu, petugas memantau performa filter, jadwal penggantian karbon aktif, dan hasil uji kualitas udara secara berkala. Pemantauan rutin tersebut memastikan seluruh sistem tetap bekerja secara optimal.

“Komitmen green campus itu nyata kalau dimulai dari laboratorium. Langkah kecil ini berdampak besar, melindungi kesehatan sivitas, menjaga kualitas air dan udara kampus, serta menjadi contoh tata kelola laboratorium berkelanjutan,” tegas Prof. Yusuf.

Saat penilaian lapangan pada Jumat (3/7/2026), Guru Besar Universitas Brawijaya sekaligus asesor, Prof. Dr. Sukarmi, S.H., M.Hum., mengapresiasi langkah FTAB UB.

Menurutnya, fakultas berhasil membangun sistem pengelolaan limbah laboratorium yang lebih aman dan berkelanjutan.

“Kampus tidak hanya mencetak ilmuwan, tetapi juga menjadi contoh pengelolaan lingkungan yang aman dan berkelanjutan,” katanya.

Mahasiswa Ikut Menerapkan Praktik Laboratorium Hijau

Selain menghadirkan inovasi teknologi, FTAB UB mengedukasi mahasiswa dan tenaga laboran agar menerapkan praktik laboratorium ramah lingkungan.

Materi pelatihan mencakup penggunaan bahan kimia secara efisien, prosedur pembuangan limbah yang aman, serta audit limbah secara berkala.

Melalui pendekatan tersebut, FTAB UB ingin membangun budaya riset yang menghasilkan inovasi sekaligus menjaga keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan.

Inovasi ini semakin menegaskan posisi FTAB UB sebagai pelopor laboratorium berkelanjutan di lingkungan Universitas Brawijaya. Langkah tersebut juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi serta SDG 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Iklan
Iklan